Seindah Karunia-Nya ^^

Dia yang memberi kita apapun, Dia yang selalu mencukupkan apa yang kita butuhkan, Dia yang selalu mengerti kebutuhan hidup kita, Dia yang membuat hati kita tentram, membuat pikiran kita tenang dan menghiasi kebahagiaan hidup ini, karena Dia Yang Maha Indah....


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

....Qadqamatis solah Qadqamatis solah. Allahu Akbar Allahu Akbar. La ilahaillallah....

"saatnya ke masjid, udah waktunya sholat magrib, niat Lillahita'ala, amiiinnn ^^"
(niat baik insyaAllah dapat pahala) --> padahal baru niat, subhanallah :)
ketika diperjalanan......
temen sekampus lewat and said "ciyeeee rajin banget"
gue : "hehe"
temen sepak bola lewat and said "mantep bro, lanjutkan"
gue : "siap men"
temen cewek lewat and said "wiih, calon suami yang sholeh, :p"
gue : "amin" dgn sedikit nyengir-nyengir terbersit di bibir

(hening karena udah g ada yang lewat)
kemudian dalam hati "wah kog udah ga' ada yang lewat ya?"
kan bangga bisa dipuji kaya gitu.......
#ending

Maha Suci Allah yang menciptakkan manusia dengan segala kelebihan juga kekurangan.
cuplikan film di atas, ehm maksud saya cerpen di atas kadang memberi gambaran pada kita, owh kita pernah juga menjadi pemeran utama dalam cerita di atas.
dan tidak sedikit pula yang mringas mringis nonton cuplikan diatas dikarenakan memang lucu atau memang GR atau mungkin kepedean :p
itulah sifat khasnya manusia, dan sudah barang tentu manusiawi juga ketika mendapat pujian bak mendapat durian runtuh. karena sedikit pujian saja wiiiiihhh, melayang layang tuh pikiran, sampai jasadnya juga (eh, keren donk) :D
Tapi apakah menempatkan sifat kemanusiawian kita di dalam peribadahan seperti cuplikan diatas merupakan hal yang dimaklumi?
jawabannya relatif :D

Maha Suci Allah yang Maha membolak balikkan hati.
Tentu kita sebagai umat islam sudah berkali-kali mendengar istilah yang tepat untuk menggambarkan kondisi di atas. YUP, benar, riya',, ketika apapun yang hebat dalam diri kita, termasuk peribadahan kita kepada Sang Pemilik Hidup berusaha kita tonjolkan ke makhluk lain, dalam fokus kali ini adalah manusia tentunya. kan g mungkin kalau dengan makhluk lain (masa puasa sunah, saya pertontonkan dan pamerkan ke kucing tetangga, lha wong kucing tetangga aja g pernah puasa :p hihi)
Apakah visi kita mempertontonkan segala aktivitas ibadah kita hanya untuk manusia?
biar kita disegani karena ibadah kita, karena kita selalu taqwa pada Sang Pemilik Hidup.
"eh saya baru aja sholat dhuha"
"eh, besuk saya mau shaum (puasa) daud low (itu tuh yang sehari puasa sehari nggag)"
atau yang sedikit jaim, karena ada mas/mbak cakep, terus pura-pura ke masjid dan sholat sunnah
ckckck, pinter banget kalau begituan :p

Bisa dimaklumi ketika kita sudah meniatkan hati kita untuk ibadah karena Allah ada saja hal-hal yaang membuat niat utama kita tersingkirkan. Ya, pandangan manusia. Kita selalu ingin berharga dimata orang lain, supaya kita punya harga diri, punya nilai yang lebih dimata orang lain. Padahal semua itu hanya kesia-siaan belaka ya antum :)
Niat kita yang sebelumnya berpahala karena visi ibadah kita just for Allah jadi terbuang percuma deh gara-gara pengen dilihat temen, atau orang lain. Duuuhhh, malangnya pahala kita kalau dibuang-buang T.T
Memang sulit kalau sudah menginjak yang namanya permainan hati (bukan lagunya Andra the backbond low) :p
karena memang Allah-lah yang Menguasai hati ini, Dialah yang mampu Membolak balikkan hati ini.
namun apakah kita manusia hanya berdiam diri saja?
berusaha tentunya dan berdoa,,
jadi inget doa yang Rasulullah panjatkan kepada Allah sebagai Sang Pemilik Hati
"Duhai Allah Yang Maha membolak balikkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan kepadamu"
Indah sekali lantunan doa dari Baginda Idola umat Islam ini ^^
semoga kitapun bisa menempatkan doa ini dalam lembaran doa-doa kita yaa biar tambah refrensi :D

Jadi kita sebagai manusia memang sulit mencegah diri dari perbuatan riya' tersebut, lalu apakah kita berdiam diri dan membiarkan diri kita tertelan lumpur hisap yang membuat kita lama-lama hilang dari permukaan?
Pasti tidak, kembalikan selalu niat kita karena Allah, Visi kita kembali ke Allah, kita hanya mampu berusaha dan Allah yang Maha Menentukan.
Semoga Allah selalu menghindarkan dan menjauhkan kita dari sifat riya' ini.
Amiin ^^

0 komentar:

Posting Komentar



Popular Posts

About Me

Blogger templates

Followers