Seindah Karunia-Nya ^^

Dia yang memberi kita apapun, Dia yang selalu mencukupkan apa yang kita butuhkan, Dia yang selalu mengerti kebutuhan hidup kita, Dia yang membuat hati kita tentram, membuat pikiran kita tenang dan menghiasi kebahagiaan hidup ini, karena Dia Yang Maha Indah....

Tampilkan postingan dengan label Hablumminannas ^^. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hablumminannas ^^. Tampilkan semua postingan

Di usia kami yang sudah mulai mulai tua, kami mohon engkau mengerti dan bersabarlah
Dikala kedua penglihatan kami sudah tidak setajam dulu.
Ketika kami memecahkan piring atau mungkin menumpahkan sup di atas meja,
kami mohon, jangan marah pada kami



kadangkala kami kasihan pada diri kami sendiri,
tiap kali engkau harus mengeraskan dan menambah volume suaramu kala berbicara dengan kami,
ketika telinga kami terasa sulit mendengarkan dan kami tak mampu memahami apa yang engkau bicarakan.
Kami mohon jangan panggil kami tuli,
Sebagai gantinya cobalah untuk mengulang atau jika engkau bersedia tulislah apa yang engkau bicarakan pada kami sehingga kami paham.
Kami mohon bersabarlah nak, kami sudah tua.

Ketika lutut dan kedua kaki kami menjadi lemah dan tak sekuat dulu,
Bersabarlah menghadapi kami, dan kami mohon engkau mau membantu kami untuk mampu berdiri
Cara yang sama, ketika kami mencoba mengajarkan engkau bagaimana cara berjalan ketika engkau masih kecil.

Bersabarlah dengan kami ketika kami berbicara dan bersuara layaknya rekaman yang telah rusak,
Kami hanya mohon engkau mau mendengarkan,
Jangan memperolok kami, kami berharap engkau tidak capek untuk mendengarkan.
Ingatkah engkau ketika engkau masih kecil?
Suatu ketika dikala engkau menginginkan sesuatu yang engkau inginkan, engkau tak henti-hentinya meminta pada kami sampai apa yang engkau inginkan dapat engkau miliki.
Kamipun sama, kami juga bersabar  dan tidak pernah lelah mendengarkan suara engkau.

Kami sungguh-sungguh minta maaf, jika kami sebagai orang tua memiliki bau yang tidak enak, kami mohon jangan paksa kami untuk mandi.
Tubuh kami begitu lemah tak berdaya, kami mudah sakit, kami mudah terjatuh.
Dan kami mohon pada engkau tidak takut untuk berada di dekat kami.
Ingatkah engkau ketika engkau masih kecil?
Kami tidak pernah lelah mengerjarmu, ketika engkau berlarian berputar-putar kala ketika engkau tidak mau mandi.

Kami mohon bersabarlah, ketika suatukali kami merepotkan.
Itu karena usia kami yang sudah tidak muda lagi.
Barangkali ketika engkau sudah tuapun, pada saatnya engkau akan mengerti.

Jikalau engkau ada sedikit waktu.
Kami hanya ingin engkau mau duduk dan berbicara dengan kami, meskipun itu sebentar.
Kamipun bosan dan capek dirumah kala tidak ada seorangpun yang menemani kami bicara,

Kami tahu engkau sibuk dalam pekerjaan.
Tapi kami hanya ingin engkau tahu bahwa kami sangat merindukan engkau dan merindukan kita berbicara,
Meskipun kadangkala kami tahu jika engkau tidak terlalu tertarik dengan apa yang kami bicarakan, tidak tertarik dengan semua cerita kami.

Ingatkah engkau nak, ketika engkau masih kecil?
Kami selalu dan selalu mendengarkan  semua ceritamu meskipun beberapa kali engkau tak mampu melafalkan kata-kata itu dengan benar, tapi kami dengan senang mendengarnya.

Ketika waktu itu tiba, dan kami jatuh sakit dan terbaring ditempat tidur,
Kami mohon jangan lelah, jangan lelah untuk merawat kami,,

Dan bersabarlah dengan kami jikalau kami mengalami kecelakaan di tempat tidur,
Bersabarlah ditahun-tahun berikutnya juga,
 walaupun tidak akan cukup untuk menggantikan kerinduan kami .

ketika waktu itu tiba, kami mohon genggam erat tangan kami dan berikan kami kekuatan untuk menghadapi kematian kami,

Namun jangan khawatir nak, karena sebelum itu semua, kami akan menutup mata kami dan berdoa kepada Allah. Agar Dia senantiasa memberkahimu dan melindungimu setiap menit dalam hidupmu.


KARENA ENGKAU ANAK YANG BAIK :’)

Tahukah wahai engkau siapa yang telah menjagamu ketika engkau dalam kandungan?
menjagamu dalam kandungan selama 9 bulan baginya 9 tahun ..
waktu yang tidak hanya hirupan dan helaan nafas..
mempertaruhkan hidupnya demi membawamu ikut bersamanya..
bersama menikmati indahnya dunia...

menyuapimu ketika engkau belum mampu makan sendiri :')
menyusuimu ketika engkau sangat kehausan dikala itu.
yang setia menjagamu ketika engkau terlelap dalam mimpi indahmu.
rela terjaga ketika engkau menangis tengah malam.
terjaga demi menggantikan celana yang basah karna kotoranmu.

dia yang rela tak menikmati hangatnya selimut.
demi melihatmu hangat dengan kedua selimut.
dia yang menjadikan kakinya sebagai ayunanmu.

dia yang menuntun langkah demi langkahmu.
agar engkau mampu berjalan sendiri.
dia yang mengajarimu huruf demi huruf, kata demi kata.
agar engkau mampu bicara.

dia yang rela membagi makanannya demi melihatmu kenyang
melihatmu tidak menangis lagi.
dia yang selalu mengutamakan dirimu daripada dirinya sendiri :')
mengutamakan kebahagianmu daripada kebahagiaannya sendiri..
mengutamakan kesehatanmu daripada kesehatannya sendiri..
mengutamakan nyawamu daripada nyawanya sendiri..

betapa banyak jasa yang telah ibu kita berikan..

dia yang memberikan yang terbaik untuk dirimu.
ingatkah ketika engkau sakit.
maka tampak wajah dia yang begitu khawatir.
tampak kesedihannya yang tak mampu dia tunjukkan..
dia yang mengeluarkan rupiah demi rupiah demi melihatmu sehat kembali..
mampu tertawa kembali..
mampu bermain bersamanya kembali..

ketika kita sudah mampu bicara,,
kita menceritakan semua dunia kita kepada ibu tercinta.
bersama kawan-kawan kita yang baru..
tanpa kau tahu dia sangat merindukan masa-masa itu.
masa-masa ketika kamu masih selalu berada dipangkuannya.
masa-masa dimana dia selalu menggendongmu..
jalan-jalan bersama, menikmati hari bersama..
seakan waktu tak dapat memisahkan dia dengan engkau.

tanpa kita sadari waktu terasa begitu cepat.
kita sudah mampu mandiri dan seakan tak "membutuhkan" ibu kita lagi.
disaat kita sudah meninggalkan ibu demi menggapai cita-cita kita.
seakanpun kita telah melupakan masa-masa kecil kita
masa-masa ketika ibu selalu bersama kita.

namun, tanpa engkau sadari.
ternyata..
kenangan masa indah
ketika kita kecil, masih jelas betul tersimpan.
dalam ingatan dia, dalam hati dia.
tersimpan dalam memori ibu yang penuh kehangatan.
memori yang penuh keceriaan ketika masih bersamamu.
kenangan ketika kamu mengajaknya bermain, bercanda bersama..
tak akan pernah hilang setitikpun.
dia akan terus mengingatnya..
walaupun kini telah hampir dimakan usia :')

terimakasih ibu :)


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Tidak sedikit dari kita yang akrab dengan kata ikhlas..
dan barangkali tiap orangpun sudah mengenalnya..
Namun apakah kita telah tahu sejati dari kata ikhlas itu sendiri?

Tentunya sewaktu SD, kita mendapat pelajaran PPKn :p
Ada yang ingat dengan pelajaran ini? :D
apa jangan-jangan sudah mencampakkannya begitu saja?
Ddduuuuuuhhh kasiand sekali pelajaran ini T.T
Yap, dalam pelajaran ini kita pernah mendengar sekilas kata ikhlas dalam pelajarannya :D
seperti dalam contoh..
Ada gambar anak yang menolong temannya, namun ketika sang teman memberinya sebuah hadiah untuk si anak, tapi si anak menolaknya dan menjawabnya “saya ikhlas” J

Atau ada beberapa kali sebuah iklan kartu perdana menampilkan sebuah kegiatan bulan suci ramadhan, dan di dalamnya si X mendapat titah dari kakek tua untuk mengingatkan sahur ke semua orang seluruh kampung. Dan si kakek acap kali sering bilang “ikhlas,, ikhlas,, ikhlaslah menolong”

Nah itu sekilas mengingatkan kata ikhlas dalam benak kita..
Namun apakah hanya sesederhana itu kata ikhlas?
Tidak hanya sesempit itu, namun cakupan ikhlas sangat dalam dan luas J
Ikhlas tidak hanya berupa kegiatan yang sudah kita laksanakan namun aktivitas apapun yang akan kita lakukan menuntut sebuah keikhlasan ^^

Memang apa sih manfaat kita ketika ikhlas?
Lha wong nolong dikasih uang aja nolak, dan bilang “saya ikhlas”
Masa ya ada manfaatnya?
Menolak rezeki kog ada manfaatnya :o
Naaahhhh itulah yang menjadi “greget” untuk pembahasan kali ini.. :D

Sering kali memang kita mendengar kata ikhlas, bahkan tak luput ketika kita mengucap kata ikhlas itu sendiri.
Tapi benarkah kita sudah tau maknanya sebelum mengucapkannya atau melakukannya?
Tidak usah jauh-jauh menilik segala aktivitas yang dilakukan dalam sekali waktu, namun ingatlah aktivitas yang dilakukan berkali waktu.
Bingung? :D
Berarti pola pikir anda masih berjalan :p
Hihi
 Yap ibadah kita kepada Allah ^^
Seringkali kita melakukannya tanpa pikir panjang karena sudah merupakan pola kita, pola untuk berinteraksi dengan Allah. Namun apakah didalamnya kita melakukannya dengan ikhlas?
Karena Allah semata low? :p
Bukan karena yang lain :D
bukan karena uang, bukan karena harta atau kedudukan, juga bukan karena wanita :D
Hihih

Itulah yang sering kita tanyakan pada diri kita sendiri, karena meniatkan diri untuk ikhlas memang bukan suatu yang gampang..
Realitas sehari-haripun bisa kita cantumkan,
Ambil saja contoh ketika kita mentraktir teman-teman kita di suatu tempat makan. Ketika nantinya kita dapet Bon yang diluar dugaan, dan raut muka kita yang semula sumringah, kemudian berubah 180 derajat mentok menjadi sedikit manyun.. :D
naahh hayoo ada yang tawa tiwi :p
Pernah nraktir apa ditraktir? :p
Hihi
Itulah sebagian gejala yang menyebabkan kekuatan keikhlasan kita kendor atau bahkan hilang ditempat, waow :o
Terus bagaimana menyusun rontokannya lagi? :o
ikhlas itu bukan bongkar pasang soobb :o
Terus kalau kita ditanya “ikhlas g?”
“jelas aku ikhlas” :o
Loh masa ikhlas di koar-koar kan? :o
Apa itu termasuk ikhlas?
Hayoooo hehehe :p

Memasang kedudukan ikhlas dalam setiap aktivitas menjadi suatu yang urgen, karena tanpa memasukkan “chip” keikhlasan, kegiatan kita bagai tiada guna, tiada dorongan yang mampu memecah dinding keegoisan diri kita.
Maknailah ikhlas sebagai awal kita melakukan sesuatu, dan mangkhiri semuanya. Secara otomatis pula kita akan mampu melupakan apa yang telah kita laksanakan dan akhiri. Anggaplah keikhlasan bagai

“Seekor semut hitam kecil yang berada di atas batu hitam di tengah kegelapan malam”.

Apa yang kamu lihat di kenyataannya?
Tidak akan nampak ^^

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Maha Suci Allah yang menciptakan diri ini dalam bentuk yang sebaik-baik bentuk ^^

pernakah kita mendapat celaan dari teman-teman kita satu kelas, satu sekolah ataupun satu kampus..?
apakah celaan itu menyinggung tentang fisik kita?
kebanyakan memang sisi fisik inilah yang sering dipandang sebelah mata oleh orang lain.
respon kita bagaimana?
pilih jawaban yang menurut anda paling tepat :D
eh :o
maaf, ini tidak sedang ujian nasional yaa :D

kita lanjutkan, lantas kita bersikap bagaimana?
apakah kita langsung membalas dengan celaan yang lebih pedas? :o
ataukah kita hanya diam saja dan menerima dengan ikhlas celaan tersebut?
atau kita termasuk bagian orang-orang yang langsung galau? :p
langsung marah-marah dikamar atau kalau yang cewek langsung mewek nangis sejadi-jadinya? karena memang itu tindakan yang kurang pantas dilontarkan ?
tiap orang responnya berbeda, tergantung kondisi mood nya,

bilamana kita menanggapinya dengan celaan yang lebih pedas, apakah yang kita hina akan diam-diam saja?
bagaimana kalau setelah kita hina, orang yang bersangkutan lantas memukul kita, menonjok kita? :p
mungkin cara tersebut salah dan sepertinya hanya memperkeruh situasi seperti keruhnya got mampet depan kosq -_-
jadi kedudukan kita sama donk sama yang menghina, dan mungkin lebih parah :D

bilamana jika kita pilih yang ketiga? :D
galau, kemudian tanpa sadar marah-marah sendiri, membuat kepala beruap dan mengeluarkan asap-asap tanpa ada api? :o
lalu yang terbakar apa? (sambil melongo dan berteriak) :o
jangan-jangan gorengan saya? :o
tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk :o
oops maaf...
kita lanjutkan..
apakah hanya marah-marah?
ataukah kamu selingi dengan mengangkat motor orang dan membuangnya di tong sampah terdekat? -_-
atau marah diselingi membuang-buang uang kita dan membagikannya untuk mentraktir teman-teman? :o
waaahh enak tuh :D
hihi
sepertinya pilihan ini juga akan merugikan kita sendiri, selain tenaga kita terbuang percuma untuk marah-marah, uang kita juga habis untuk beli es teh ya (supaya bisa mendinginkan kepala kita) --"

bagaimana jika kita diam saja, membiarkannya dan ikhlas menerimanya sambil tersenyum ramah pada si pencela ? :)
sepertinya itu lebih berwibawa di depan mereka ^^
daripada kita harus marah-marah ataupun membalasnya ^^
ketika kita membalasnya berarti kedudukan kita sama dengan orang yang menghina
ketika kita marah-marah tidak jelas hanya akan membuang-buang tenaga :(

dan alhamdulillah jika mereka yang dihina memilih jawaban ketiga dengan hanya memberikan senyuman pada mereka beraarti kita mengetahui sejatinya hidup ini :)
ketika sosok kita merasa dihina orang lain, maafkanlah mereka, tebarkan senyuman keikhlasan dan kebaikan pada mereka, apa dengan begitu harga diri kita akan jatuh?
sudah barang tentu tidak, dan malah akan bernilai di hadapan Allah ^^

Berilah sebuah jawaban indah pada mereka yang mencela dan menghinamu
"Yang kaukatakan tadi sebenarnya adalah pujian, sejatinya diri ini jauh lebih mengerikan dari yang kau ucapkan tadi" ^^

Berikan jawaban teragung pada orang yang mencaci dirimu
"Bahkan walau ingin membalas, aku tak kuasa. Sebab aku tak punya kata-kata keji dan nista" ^^

Jangan bersedih ataupun jangan marah dengan semua itu, tetap tegar dan pasrahkanlah semua pada sang Maha Yang menciptakan jasad ini ^^
ingat donk sabda Rasulullah "sesungguhnya Allah tidak memandang rupa dan harta kalian, melainkan Allah memandang hati dan amal kalian" (HR. Muslim)
nah semoga dengan sabda Nabi kita tercinta tadi, hati kita tidak pusing lagi :o
eh maaf, (yang pusing adalah kepala, bukan hati, hanya sedikit improvisasi :p)
menjadi lebih kuat, biarlah Allah yang menciptakan jasad ini yang akan memperingatkan mereka,
sebenarnya mereka hanya lupa bahwa dia yang mengaku sempurna sejatinya diciptakan oleh Dia yang Maha Sempurna..
tetap optimis menggapai ridhoNya, chayooo :D


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

....Qadqamatis solah Qadqamatis solah. Allahu Akbar Allahu Akbar. La ilahaillallah....

"saatnya ke masjid, udah waktunya sholat magrib, niat Lillahita'ala, amiiinnn ^^"
(niat baik insyaAllah dapat pahala) --> padahal baru niat, subhanallah :)
ketika diperjalanan......
temen sekampus lewat and said "ciyeeee rajin banget"
gue : "hehe"
temen sepak bola lewat and said "mantep bro, lanjutkan"
gue : "siap men"
temen cewek lewat and said "wiih, calon suami yang sholeh, :p"
gue : "amin" dgn sedikit nyengir-nyengir terbersit di bibir

(hening karena udah g ada yang lewat)
kemudian dalam hati "wah kog udah ga' ada yang lewat ya?"
kan bangga bisa dipuji kaya gitu.......
#ending

Maha Suci Allah yang menciptakkan manusia dengan segala kelebihan juga kekurangan.
cuplikan film di atas, ehm maksud saya cerpen di atas kadang memberi gambaran pada kita, owh kita pernah juga menjadi pemeran utama dalam cerita di atas.
dan tidak sedikit pula yang mringas mringis nonton cuplikan diatas dikarenakan memang lucu atau memang GR atau mungkin kepedean :p
itulah sifat khasnya manusia, dan sudah barang tentu manusiawi juga ketika mendapat pujian bak mendapat durian runtuh. karena sedikit pujian saja wiiiiihhh, melayang layang tuh pikiran, sampai jasadnya juga (eh, keren donk) :D
Tapi apakah menempatkan sifat kemanusiawian kita di dalam peribadahan seperti cuplikan diatas merupakan hal yang dimaklumi?
jawabannya relatif :D

Maha Suci Allah yang Maha membolak balikkan hati.
Tentu kita sebagai umat islam sudah berkali-kali mendengar istilah yang tepat untuk menggambarkan kondisi di atas. YUP, benar, riya',, ketika apapun yang hebat dalam diri kita, termasuk peribadahan kita kepada Sang Pemilik Hidup berusaha kita tonjolkan ke makhluk lain, dalam fokus kali ini adalah manusia tentunya. kan g mungkin kalau dengan makhluk lain (masa puasa sunah, saya pertontonkan dan pamerkan ke kucing tetangga, lha wong kucing tetangga aja g pernah puasa :p hihi)
Apakah visi kita mempertontonkan segala aktivitas ibadah kita hanya untuk manusia?
biar kita disegani karena ibadah kita, karena kita selalu taqwa pada Sang Pemilik Hidup.
"eh saya baru aja sholat dhuha"
"eh, besuk saya mau shaum (puasa) daud low (itu tuh yang sehari puasa sehari nggag)"
atau yang sedikit jaim, karena ada mas/mbak cakep, terus pura-pura ke masjid dan sholat sunnah
ckckck, pinter banget kalau begituan :p

Bisa dimaklumi ketika kita sudah meniatkan hati kita untuk ibadah karena Allah ada saja hal-hal yaang membuat niat utama kita tersingkirkan. Ya, pandangan manusia. Kita selalu ingin berharga dimata orang lain, supaya kita punya harga diri, punya nilai yang lebih dimata orang lain. Padahal semua itu hanya kesia-siaan belaka ya antum :)
Niat kita yang sebelumnya berpahala karena visi ibadah kita just for Allah jadi terbuang percuma deh gara-gara pengen dilihat temen, atau orang lain. Duuuhhh, malangnya pahala kita kalau dibuang-buang T.T
Memang sulit kalau sudah menginjak yang namanya permainan hati (bukan lagunya Andra the backbond low) :p
karena memang Allah-lah yang Menguasai hati ini, Dialah yang mampu Membolak balikkan hati ini.
namun apakah kita manusia hanya berdiam diri saja?
berusaha tentunya dan berdoa,,
jadi inget doa yang Rasulullah panjatkan kepada Allah sebagai Sang Pemilik Hati
"Duhai Allah Yang Maha membolak balikkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan kepadamu"
Indah sekali lantunan doa dari Baginda Idola umat Islam ini ^^
semoga kitapun bisa menempatkan doa ini dalam lembaran doa-doa kita yaa biar tambah refrensi :D

Jadi kita sebagai manusia memang sulit mencegah diri dari perbuatan riya' tersebut, lalu apakah kita berdiam diri dan membiarkan diri kita tertelan lumpur hisap yang membuat kita lama-lama hilang dari permukaan?
Pasti tidak, kembalikan selalu niat kita karena Allah, Visi kita kembali ke Allah, kita hanya mampu berusaha dan Allah yang Maha Menentukan.
Semoga Allah selalu menghindarkan dan menjauhkan kita dari sifat riya' ini.
Amiin ^^


Diam adalah caraku mencintaimu karena-Nya.
Kulakukan untuk menjaga kesucian hatiku dan hatimu
karena memang terjaganya kesucianku dan kesucianmu
adalah tujuanku.

Ini adalah caraku mengasihimu karena-Nya.
Kulakukan untuk memelihara suatu kehormatan,
karena memang terpeliharanya kehormatanku dan kehormatanmu
adalah cita-citaku.

Jikalau Allah tak menakdirkan tersampaikan indahnya rasa ini kepadamu di dunia ini dalam ridha-Nya,
mungkin dunia bukanlah tempat yang tepat bagi cinta untuk saling bersemi.
Tapi bisa jadi cinta itu akan bersemi di Surga-Nya.
Karena ku sangat yakin,
bahwa di akhirat kelak Allah akan menghimpun orang-orang yang saling mencintai karena-Nya.
Dan diamku kini adalah caraku mencintaimu karena-Nya.
Suci tak tersentuh.
Bahkan syaitanpun tak pernah tahu.

Insya Allah...

Jika kau belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang,
cukup cintai ia dalam diam.

Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu.

Kau ingin muliakan dia dan tidak akan mengajaknya menjalin hubungan terlarang,
dengan tidak merusak kesuciannya dan penjagaan hatinya.

Karena diammu akan memuliakan kesucian diri dan kesucian hatimu,
serta menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu.

Karena diammu bukti kesetiaanmu dengannya.

Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah Allah Ta’ala pilihkan untukmu.

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali,
yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ?
Sampai akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah. ^^


Wanita muslimah laksana bunga yang menawan,
Wanita muslimah yang sholehah bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya,
Begitu indah.. Begitu berkilau.. Begitu menentramkan..
Teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut,
Namun tentunya,
Tak sembarang orang berhak meraihnya,
Menghirup sarinya..
Hanya dia yang benar-benar terpilihlah..
Yang dapat memetiknya..
Yang dapat meraih pesonanya..
Dengan harga mahal yang teramat suci,
Sebuah ikatan amat indah bernama pernikahan…
Karna itu, sebelum saatmu tiba,
Sebelum orang terpilih itu datang dan menggandengmu dalam istananya,
Janganlah engkau biarkan dirimu layu sebelum masanya..
Jangan engkau biarkan serigala liar menjadikanmu bahan permainan dalam keisengannya..
Jangan kau biarkan kumbang berebutan menghisap madumu..
Jangan kau biarkan mereka mengintipmu diam-diam,
Dan menikmati pesonamu dalam kesendiriannya..
Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh, atas nama ta’aruf..
Atas nama cinta..
Ya, atas nama cinta..
Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh..
Atas nama ta’aruf..
atas nama cinta..
Kau tau, Saudariku? Jika seseorang jatuh cinta,
Maka cinta itu akan membungkus seluruh aliran darahnya..
Membekuknya dalam jari-jarinya..
Dan menutup semua mata hati dan pikirannya..
Membuat seseorang lupa akan prinsipnya..
Membuat seseorang lupa akan besarnya fitnah ikhwan-akhwat..
Membuat seseorang lupa akan apa yang benar dan apa yang seharusnya ia hindarkan..
Membuat seseorang itu lupa akan apa yang telah ia pelajari sebelumnya tentang batasan-batasan pergaulan ikhwan-akhwat..
Membuat seseorang menyerahkan apapun,
Supaya orang yang ia cintai bahagia,
Atau ridho terhadap apa yang ia lakukan..
Membuat orang tersebut lupa bahwa cinta mereka belum tentu akan bersatu dalam pernikahan..
Ya Saudarikau..
Ukhty fillah..
Jangan sampai cinta menjerumuskanmu dalam lubang yang telah engkau tutup rapat sebelumnya..
Karna itu, jika engkau mulai menyadari akan adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh..
Segeralah buat sebuah benteng yang tebal dankokoh..
Tanam rumput racun di sekelilingnya..
Pasang semak berduri di muara-muaranya..
Cinta sejati hanya pada Rabbul Izzati..
Cinta yang takkan bertepuk sebelah tangan,
Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya..

Berlarilah menjauhinya..
Menjauhi orang yang kau cintai..
Buat jarak yang demikian lebar padanya..
Jangan kau berikan ia kesempatan untuk menjajaki hatimu..
Biarlah airmata mengalir untuk saat ini..
Karna kelak yang akan kalian temui adalah kebahagiaan..
Biarlah sakit ini untuk sementara waktu..
Biarlah luka ini mengering dengan berjalannya kehidupan..
Karna cinta (yang belum halal) tidak lain akan membuat kalian sendiri yang menderita,

Saudariku,
Tentunya sudah mengerti dan paham,
Bagaimana rasanya jika sedang jatuh cinta..
Jika dia jauh, kita merasa sakit karena rindu..
Jika ia dekat, kita merasa sakit karena takut kehilangan..
Padahal ia belum tentu untukmu..
Dan mungkin tidak akan pernah menjadi yang halal..
Karena itu.. jauhilah ia..
Jangan kau biarkan ia menanamkan benih-benih cinta di hatimu..
Dan kemudian mengusik hatimu..
Melebihi cinta pada Sang Rabb..
Jangan kau biarkan dia mempermainkanmu,
Dalam kisah yang bernama cinta.. ^^



Popular Posts

About Me

Labels

Blogger templates

Followers