بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
"Duh Baru putus, sedih rasanya", "Kenapa Hidupku selalu merana?", "Duh, malam minggu gak ada pasangan, #galau", "Dimalam yang sesunyi ini aq sndiri tiada yang menemani, oops malah nyanyi"
Itulah segelintir bahasa "conversation" yang sering kalian lihat bahkan tidak jarang malah menjadi sering ketika mata kita tak lepas dari sebuah halaman dengan warna monoton -_- (Biru dan Putih).
Exactly, tampilan yang bahkan tiap orang sudah tidak asing dan bahkan menjadi makanan sehari-hari mereka, tiap hari bahkan tiap jam-pun selalu hadir untuk presensi.
lalu apakah media itu hanya kita gunakan untuk mengungkapkan perasaan galau kita, kesedihan kita, kekacauan pikiran kita dan yang lebih parah lagi membuka aib kita (naudzubillah).
Lalu pernakah kita mengisinya dengan keceriaan kita, kegembiraan kita, semangat kita? apa bedanya mencurahkan hati yang senang dengan hati yang luluh lantak, tercabik seperti terkena badai halilintar -_- (ehm maaf alay), apakah dengan mencurakan hati yang sedih di facebook bisa menenangkan hati kalian? bisa menjadi obat penenang? Jawaban tiap orang berbeda.
"Kalau saya punya mobil saya akan bahagia saya akan tenang", "kalau saya punya rumah saya akan bahagia", "kalau saya menikah dan punya istri/suami saya akan bahagia", atau "kalau saya punya anak saya akan bahagia", "kalau saya punya harta banyak hidup saya akan tenang"
Apa itu hakikat bahagia yang sesungguhnya?
Apa itu hakikat bahagia yang sesungguhnya?
ketika kita punya itu semua dan kita kemudian sakit parah, apa kita akan bahagia ?
Siapa yang menganugrahkan semua itu dalam hidup kita?
Apakah pernah berfikir jauh ketika semua itu diambil dari hidup kita?
Apakah pernah berfikir jauh ketika semua itu diambil dari hidup kita?
Harta kita, Rumah kita, Istri/suami dan anak-anak kita, orang tua kita. T.T
La Tahzan, Innallaha ma anna ^^, mungkin inilah ungkapan yang tepat dari Nabi kita tercinta Muhammad kepada sahabatnya, "janganlah bersedih, karena Allah bersama kita"
Ungkapan yang syarat akan makna dan penentram jiwa, ungkapan yang hanya bisa dirasakan bagi kita yang mencari cinta-Nya, mencari kasih sayang-Nya.
Sekali lagi itu semua bukan sumber kebahagiaan, karena itu semua hanya titipan dari-Nya. Semua hal yang menjadi titipan pada nantinya akan diminta oleh pemilik hal tersebut. Semuanya termasuk harta yang kita miliki, orang-orang yang kita sayangi, semuanya akan diminta kembali, termasuk nyawa kita hidup kitapun akan diminta kembali. Karena pada dasarnya kita hidup di dunia ini tidak punya apa-apa dan kembali tanpa membawa apa-apa.
Ibaratkan saja kita hidup di dunia ini sebagai "tukang parkir",
"yak, maju pak/bu, mundur 5cm lagi yak mundur, mundur, daaaaaannnnn, setooopppp."
inilah hakikat tukang parkir.
ketika kita mempunyai mobil yang sangat banyak, dari merk abal-abal sampai merk kelas duniapun kita punya, namun itu semua bukan milik kita itu hanya titipan, ada yang punya, dan pada waktunya semua itu akan kembali pada pemiliknya, dan kita kembali tidak punya apa-apa.
Jadi segalanya yang ada didunia ini bukan sumber kebahagiaan, bukan sumber yang mampu menenangkan hati ini,
inilah hakikat tukang parkir.
ketika kita mempunyai mobil yang sangat banyak, dari merk abal-abal sampai merk kelas duniapun kita punya, namun itu semua bukan milik kita itu hanya titipan, ada yang punya, dan pada waktunya semua itu akan kembali pada pemiliknya, dan kita kembali tidak punya apa-apa.
Jadi segalanya yang ada didunia ini bukan sumber kebahagiaan, bukan sumber yang mampu menenangkan hati ini,
Tenangkan hati, pikiran dan bertanyalah pada diri sendiri. Pernahkan saya mencurahkan kesedihan saya pada Dia yang memberi saya hidup ini?
perhatikan Firman Allah dalam QS. Ar-Ra'd 28
perhatikan Firman Allah dalam QS. Ar-Ra'd 28
"Yang artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah SWT. Ingatlah! Hanya dengan mengingat Allah –lah hati menjadi tentram."
dan pada akhirnya Dialah yang Maha Menentramkan,
Allah-lah yang membuatmu mampu tersenyum walau dalam keadaan menangis
dan pada akhirnya Dialah yang Maha Menentramkan,
Allah-lah yang membuatmu mampu tersenyum walau dalam keadaan menangis
Tempat bertahan ketika kamu hendak merasa menyerah
Tempat berdoa dikala kamu kehabisan kata-kata
Untuk mencintai sekalipun hatimu telah hancur berkali-kali
Untuk tetap mengerti ketika tak aa satupun yang kelihatan memberi arti
Untuk tetap mengerti ketika tak aa satupun yang kelihatan memberi arti
Semuanya akan terasa sulit tanpa kita mengingat Allah
karena hanya Allah lah yang memampukan kita ^_^
karena hanya Allah lah yang memampukan kita ^_^

0 komentar:
Posting Komentar