Seindah Karunia-Nya ^^

Dia yang memberi kita apapun, Dia yang selalu mencukupkan apa yang kita butuhkan, Dia yang selalu mengerti kebutuhan hidup kita, Dia yang membuat hati kita tentram, membuat pikiran kita tenang dan menghiasi kebahagiaan hidup ini, karena Dia Yang Maha Indah....

Tampilkan postingan dengan label Habluminallah ^^. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habluminallah ^^. Tampilkan semua postingan

Wuuussshhh,, teet tettt.. wuussshhh..
serong kanan serong kiri,, eh salah, salip kanan salip kiri, susul depan, biar cepet sampai tujuan...
Nah, sobat blogger tahu kan situasi diatas?
Yup, ketika sobat blogger yang kuliah tuh, jamannya pulang kampung atau pulkam istilah gaulnya -_-
ketika sobat blogger sedang touring, jalan-jalan mah sama temen-temen, pas naek kendaraan bermotor, biar cepet sampai tujuan biasanya tuh salip-salip mobil, truk.
Mungkin alasannya tidak itu juga, mungkin juga kalo kelamaan diatas kendaraan bisa pegel linu tuh punggung -_-
dan nanti uang makan malah habis buat pijat hehe..
Padahal sekarang makanan itu serba mahal low, sekali makan aja saya habis 7rb, kalo lagi pengen malah habis 10rb lebih permakan :o
oops... maaf kok malah bahas itu -_-

Apakah pernah kita berfikir bukan tentang sampainya kita di tujuan, tapi tentang selamatnya kita pada saat di perjalanan itu?
Perjalanan yang menguras tenaga kita, lelahnya badan kita, dan berkurangnya konsentrasi kita, dan pada akhirnya kitapun sampai ditempat tujuan seolah-olah melupakan “hal ini”.
Ya, “hal ini”, hal dimana proses kita sampai pada tempat tujuan, yaitu perjalanan sampai disana. Padahal tenaga kita yang terkuras, tangan kita yang lemas karena buat ngeGas, punggung kita yang semakin mengeras, dan hidung kita yang kecapekn menahan napas, has has has -_-
apalagi yang berakhiran as ? :D
sudah barang tentu dari kita hanya berfikir untuk segera sampai dan menikmati tempat tujuan, tanpa memikirkan apakah kita akan diberi keselamatan sampai disana, okelah sejak awal kita sudah berdoa. Sebelum berangkat berdoa bersama semoga diberi keselamatan. Amiiin.
Namun dengan tulisan ini saya remember, coba mengingat bahwa guru saya SMA namanya pak Supandi guru Ekonomi pernah berkata “cah, nek awakmu uis ngidak dalan arep lunga kie, nyawamu uis ning ubun-ubun” singkatnya seperti ini “anak-anak, ketika kalian menginjakkan kaki ke jalanan, nyawa kalian itu sudah berada di ubun-ubun/atas kepala”.
            Dari kata-kata itu saya berpikir sejenak, berarti malaikat izroil tinggal mencabutnya gampang tuh :’( huhuhu...
nah, terus siapa yang menyelamatkan kita saat proses perjalanan itu ?
apakah kita selamat karena kemampuan kita melewati tiap rintangan mobil-mobil ugal-ugalan?
Apakah karena kita handal dalam melewati tiap lubang-lubang dijalanan, atau karena kita sudah punya SIM? :D
jawabannya bukan..

itu semua karena Allah yang menyelamatkan kita, melindungi kita selama perjalanan, menyelamatkan setiap detail kesalahan kita di jalan dan menggantinya dengan kebaikan. ^_^
pernahkah kita sejenak diperjalanan mengingat Allah,?
Padahal Dia yang telah mengisi tiap energi kita kembali dengan kekuatan, agar kita kembali fokus kejalan. Menguatkan kembali sendi-sendi kita yang telah kelelahan.
Kenapa kita berfikir itu pertolongan Allah?
“...Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (QS 2:214)
tanpa kita meminta kekuatan Allah memberinya, tanpa kita meminta keselamatan dijalan Allah telah memberinya. Karena Allah tahu apa yang kita butuhkan wahai sobat fillah
J


Uraian diatas mungkin hanya sebagian kecil, dan mungkin debu dari segala bentuk kasih sayang Allah kepada kita. Betapa besar kasih Allah yang Dia berikan pada kita, betapa besar sayangnya Allah pada kita, namun terkadang kita melupakan hal detail dari apa yang telah kita dapatkan dari Dia. Padahal Allah lebih menyukai orang yang mau bersyukur mulai dari hal terkecil dalam hidupnya ^_^
Wallahualam,
Wassalamualaykum ^_^

Pernah mendengar atau membaca firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183?
insyaAllah banyak diantara kita yang telah mengetahuinya. ^_^
yup, ini tentang berpuasa di bulan ramadhan.

26hari telah kita lewati bersama kawan, tak terasa tinggal 4 hari lagi insyaAllah kita akan berpisah dengan bulan suci ini, dan menyambut datangnya kemenangan di bulan syawal.
Hari-hari yang telah kita lalui hampir sebulan ini akan menjadi rindu tersendiri bagi kita. Hari-hari yang telah kita lalui dengan aktivitas yang terasa berbeda dari biasanya.
Hari-hari yang kita manfaatkan betul-betul, hari-hari yang kita istimewakan just for Allah, hanya untuk Allah. Agar mendapat berkahNya.
Bulan yang begitu spesial tapi kenapa hanya 30 hari?
Kadang kita merasa kurang, namun ini letak keistimewaanya :’)
ketika kita menganggap, owh bulan yang mulia ini kenapa hanya diberikan Allah hanya 1bulan?
kenapa tidak berbulan-bulan kalo bisa setiap hari deh :p

Yeee, udah dipertemukan dengan Ramadhan itu udah syukur kali -_-
Kalau udah tau cuman diberikan Allah 30 hari ya dimanfaatkan semaksimal mungkin, berikan 30 hari itu keistimewaan kalau memang kita menganggap bulan Ramadhan itu spesial. Kalau yang kita berikan hanya aktivitas seperti biasanya ya namanya nggag memberikan yang spesial.
Padahal Allah sudah memberikan kita hadiah spesial loh ^_^
Ingat sabda Rasulullah
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda
“Apabila tiba bulan Ramadan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu” (HR. Muslim)
Ada lagi nih dari Said Al khudri, Rasulullah bersabda
“Setiap hamba yang berpuasa di jalan Allah, Allah akan menjauhkannya dari api Neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun” (HR. Bukhari-Muslim)

Kalo sama pacarnya aja dibela-belain ngasih spesial tiap harinya bahkan tiap detiknya -_-
pake 3 telor pula :o
ehm maaf, saya pikir martabak (spesial pake telor) :p

Nah kalo sudah tahu istimewa banget bulan ini, kita berikan yang terbaik yang kita mampu saja, jangan dimampu2in, ntar kalo gak kuat gimana?
gak mungkin kan kita lambaikan tangan #eh
Allah saja memberikan kemudahan bagi agama ini, masa kamu malah mempersulitnya :p
Dengan memberikan semampu kita, sespesial mungkin kita berikan maka hal itu akan membuat kita terngiang-ngiang akan kenangan itu dan merindukannya agar bisa berjumpa lagi tahun depan J

Saking spesialnya kita tinggal memilih mau memberikan perlakuan seperti apa :D
Dipilih nih dipilih :D
Karena ulama membagi 3 kategori
Yang pertama untuk orang awam dan memberikan perlakuan kepada bulan ramadhan dengan hanya berpuasa, menahan makan, minum dan hawa nafsu.
Untuk yang kedua orang muslim yang memberikan perlakuan bahwa bulan ini spesial maka akan memberikan spesial pula, dan diberi sedikit bumbu kekhususan. Khususnya adalah bulan ini akan menjadi kebutuhan yang dinanti-nantikan. Jadi aktivitas didalamnya sedikit berbeda dari biasanya.
Yang ketiga adalah yang paling mampu menjadikan bulan ini menjadi sangat spesial, dengan menjadikan dosa-dosanya sebagai proposal untuk diberikan kepada Allah agar Allah memberikan ampunan, menjadikan dosa-dosanya sebagai hal untuk memperbaiki diri, muhasabah, dan dia senantiasa bermusabaqoh (senantiasa diawasi Allah) jadi dengan ini setiap perbuatannya perlu pertimbangan matang, menjadikan aktivitasnya menjadi bermanfaat dan menjadikannya sebagai ibadah, semakin mendekatkan diri kepada Allah. Dan yang paling ngtrend dibulan ramadhan adalah istilah iktikaf, yup, berdiam di masjid agar semakin dekat dengan Allah, senantiasa berdzikir, dan mengingat Allah.
Didalamnya dibuat untuk mendekatkan diri kepada Allah lho, bukan malah tidur -_-

Tingkatan keduapun sudah menjadikan bulan ini berkesan, apalagi yang ketiga :o
wah super men :D
Itu sekilas tingkat spiritualisme yang menjadikan kita rindu dengan bulan Ramadhan.

Ada juga bagian-bagian yang membuat bulan ramadhan juga berkesan.
1.      Kalau puasa, selain ada buka tentu kita tentu hafal dengan sahur. Nah ketika dunia sedang bermimpi indah dan menikmati malamnya dengan selimut bantal dan guling kita di obrak-obrak ibu kita atau mungkin temen kita “sahuurr wooyy, keburu imsak”
Mendengar kata-kata imsak, segera kita terperanjak dari tempat tidur dan mengambil nasi dipiring, itulah hebatnya sahur, walaupun dengan mata terpejam (karna masih ngantuk) tapi kita bisa mengambil makanan yang sudah tersedia :o
punya mata batin mungkin, tapi walaupun kita ngambil yang sudah tersedia pas siangnya masih bertanya “gue tadi pas sahur makan apa ya?” #gubrak..
(makannya melek dulu tuh mata) -_-
2.      Tidak afdol namanya kalau bulan puasa sehabis sholat isya gak ada yang namanya sholat tarawih. Ini yang kadang menyebabkan kita galau, ambil 11 rokaat atau 23 rokaat ya. “awh ambil yang sedikit aja biar cepet selesai” ndak taunya bacaannya tartil banget dan ada kultumnya juga 30menit bro (kan kultum = kuliah terserah antum) ya terserah mau berapa menit -_-
Ada juga yang berfikir 23 paling lama, ndak taunya setelah ikut
A : “ewh bro, tadi tarawih selesai jam berapa?”
B : “jam setengah 9 bro -_-, bener sih 11 rokaat tapi bacannya panjang-panjang, kultumnya aja 30menit, elo jam set 8 kok udah selesai?”


A : “iye, disana sebagai pengganti kegiatan senam pagi hari bro, cepet banget, sampe keringetan gue, (gara2 g ada kipas angin dan dapet takjil mendoan sama lombok, y jelas keringetan -_-)

3.      Masih dalam suasana trawih,
A : “bro, gue mau ke masjid itu saja lah, ndak papa jauh gue tekatin”
B : “keren loe bro, kenape loe tekatin?”
A : “iya bro, karena cewek gue kalo trawih disana”
B : (jedukin kepala ke pohon) #gubrak “loe trawih mau bertemu dengan Allah apa mau ketemu cewek loe?” -_-
A : “ loe juga jauh mau tekatin kenapa?”
B : “iya bro, gak papalah, disana akhwatnya yang ikut tarawih banyak”
A : (tampar diri sendiri) #plak

4.      Kadang ada yang tak sengaja nyium bau masakan tetangga kos, waah, ada rica-rica bebek enak tuh. Karena mengingat bulan puasa, segera meninggalkan TKP supaya tidak ditawari makan siang hari -_-
#ngarep

5.      Nah ini yang trending topik ketika siang hari, pas lagi panas-panasnya, daripada batal mending tidur aja deh, kan juga masuk ibadah.
Sejak saat itu tidur yang hari biasanya cuman 2jam pas bulan puasa jadi 2 kali lipat lamanya -_-
keren banget :D

6.      Niat khatamin Qur’an ini juga menjadi targetan sejak sebelum Ramadhan, pokoknya tiap hari kalo bisa satu juz, biar pas akhir ramadhan bisa khatam. Sehari kurang 2 lembar aja ditekatin malam-malam sampai 2 lembar sambil merem-merem biar 1 hari full 1 juz :D

Banyak hal yang telah kita lalui dibulan Ramadhan kali ini, semoga hikmah Ramadhan dapat kita peroleh, dan yang paling kita pikirkan
“Apakah tahun depan kita masih bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan,?”
“Apakah Allah masih memperkenankan kita untuk menghirup aroma Ramadhan?”
“Apakah tahun depan kita masih bisa sholat trawih berjamaah lagi,
Berbuka bersama keluarga kita, ayah, ibu, kakak, adik kita.
Sahur bersama lagi, mendengarkan suara khas teman kita dan ibu kita yang senantiasa membangunkan kita?”
semuanya menjadi rahasia Allah :)
Kita berdoa saja semoga kita diberi umur panjang agar esok tahun depan Allah masih memberikan kesempatan mulia bagi kita untuk merasakan segarnya Ramadhan, ^_^
amiin ^_^

bersyukurlah dan mintalah ampun padaNya dari dosa-dosa. malam merupakan waktu yang mampu membuat kita khusyuk karena tidak terhalang akan berbagai kegiatan dunia..
dikala tiap jiwa tengah menjejal indahnya mimpi, sempatkanlah engkau untuk bermunajat kepadaNya. ^_^


Ya Allah, aku berdiri di hadapanMu, mengagungkan asmaMu dengan rindu dan malu. NikmatMu mengguyur, durhakaku bertabur. Ya Allah, aku berdiri di hadapanMu, memohon dengan segala sendu, jauhkan aku dari dosa yang akrab sejauh timur dan barat. Ya Allah, aku berdiri di hadapanMu, meminta dengan iba, bersihkan aku dari noda, seperti kain putih yang suci tak tercela.

Ya Allah, aku berdiri di hadapanMu dengan nista melekat di jiwa, basuhi ia dengan air suci, dengan salju putih, dengan embun jernih. Ya Allah, aku berdiri di hadapanMu dengan memanggil namaMu, hatiku penuh gigil takut, gerisik harap, dan getar cinta. Ya Allah, aku berdiri di hadapanMu, dengan memujiMu, sebilang makhlukMu, seridha diriMu, sehias ArsyiMu, seutuh kalamMu.

Ya Allah, Engkau Maha Pengasih dengan ikhlas yang tak pilih-pilih. Engkau Maha Penyayang, tak terbatas tak terbilang. Ya Allah, aku berdiri dihadapanMu, Kau Raja hari penghakiman kala kaki dan tangan bersaksi; tak bisa dielak, tak bisa didusta. Ya Allah, aku berdiri di hadapanMu, mencoba murnikan sembah dengan ibadahku yang bercelah patah-patah.

Ya Allah, aku berdiri di hadapanMu, hanya kepadaMu kumohon bantu di tiap sempit, perih dan gelapnya hidup berliku. Ya Allah, aku berdiri dihadapanMu, gamitlah hatiku dalam hidayah, bimbing slalu ke jalan lempang yang Kau Ridhai. Ya Allah, aku berdiri di hadapanMu, tak sudikan aku pada jalan orang berilmu yang cari helat untuk mengundang murkaMu.

Ya Allah, aku berdiri di hadapanMu, enggankan aku dari jalan mereka yang bodoh tertipu, merasa berkebaikan dalam jerumus syaitan. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari hati yang melihat ada nikmat dalam maksiat, dari jiwa yang merasa sengsara dalam kebajikan.  Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari lemah niat di kala harus berbakti dan dari tinggi hati saat berasil menaati.

Ya Allah, ampuni aku sebab mengaku ikhlas beramal karenaMu, tapi masih ada saja selainMu menyelinap dalam hatiku. Ya Allah, ampuni aku sebab mendaku bertobat, namun masih sering tergelincir pada dosa yang sama. Ya Allah, ampuni aku sebab kadang masih menyesali kesempatan bermaksiat yang terlewat.

Ya Allah, ampuni aku sebab kadang masih berlega hati saat kesempatan berbuat baik tak jadi dipenuhi. Ya Allah, ampuni aku sebab kadang masih merasa sedih dengan caci maki, padahal aslinya diri ini lebih mengerikan lagi. Ya Allah, ampuni aku sebab kadang masih merasa gembira dengan puja puji, padahal sejatinya diri ini tak pantas sama sekali.

Ya Allah, ampuni aku yang tahu bahwa maut itu pasti, tapi tak kunjung reda dari canda dan banyak tawa yang melenakan hati. Ya Allah, ampuni aku yang tahu bahwa siksa kubur itu gelap dan sunyi, tapi tak semangat menerangi dan meramaikannya dengan bershalih diri. Ya Allah, ampuni aku yang tahu bahwa ada berbangkit setelah mati, tapi tak beramal  untuk bekal dibungkamnya segala dusta.

Ya Allah, ampuni aku yang tahu bahwa kelak semua amal akan diperlihatkan, tapi masih tak bermalu berlaku yang menistakan. Ya Allah, ampuni aku yang tahu bahwa perhitunganMu sangat teliti, tapi masih jumawa mencoba menyiasati dan mencurangi. Ya Allah, ampuni aku yang tahu bahwa pengadilanMu takkan keliru, tapi masih merasa ada celah untuk lari dari dakwaanMu.

Ya Allah, ampuni aku yang tahu bahwa siksa neraka itu ada, tapi kadang masih terbayang alangkah nikmatnya dosa-dosa. Ya Allah, ampuni aku yang tahu surga itu nyata, tapi kadang masih merasa alangkah beratnya ibadah, taat dan dan taqwa. Ya Allah, tolonglah kami tuk selalu mengingatMu dan menafikan selainMu dari niat serta iktikad, mensyukuriMu dan sabari dunia yang sementara.

Ya Allah, tolonglah kami untuk selalu memurnikan taat, mensucikan batin, membaikkan ibadah padaMu dan mengindahkan akhlak pada sesama. Ya Allah, tabur dan tebarkan manfaat atas apa yang telah Kau ilmukan pada kami, dan ajari kamu segala yang bermanfaat dunia akhirat. Ya Allah, luaskan rezeki kami agar tegak teguh didepan kejahatan, tinggikan derajat kami hingga tak sudi tunduk pada kezaliman,

Gemetar aku oleh takut tapi rindu, tertunduk aku oleh harap tapi ragu. Ijabahlah sebab Kau malu tak memberi jika hambaMu mengadah.


Salim A. Fillah
Menyimak Kicau Merajut Makna ^_^

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ 


“Lha wong saya sudah miskin, sampai kapanpun ya miskin pak”,

“Ini udah takdir mbak, udah ditetapkan yang diatas, kalau saya kaya selamanya ya kaya.”

“kalau saya ditakdirkan mati sekarang mau usaha seperti apapun ya tetap aja gag selamat”

Yang namanya takdir mau gimana lagi?”

Ehm,,,,
good morning everybody :o
ha?
Kalau diartikan adalah selamat pagi setiap tubuh...
oke, udah baca argumen-argumen di atas?
barang tentu kita pernah mendengarnya atau jangan pernah mengatakannya?
beberapa uraian singkat diatas mungkin dibenak kita, kita paham yang mereka maksudkan,
Yakni pasrah akan takdir..
Yup ^^
itu yang akan kita sharing disini..
Takdir barangkali kita pernah tau definisinya, segala ketetapan Allah yang telah Dia tetapkan sejak dahulu kala, sejak jaman belum diciptakannya sesuatu, masih kosong mlompong, di lauhul mah fudz. Nah diantaranya berkenaan dengan rezeki kita, umur kita, jodoh kita (ehem), apakah kita termasuk orang yang merugi atau beruntung. Semuanya telah ditetapkan Allah. Lalu?
Kita sebagai manusia penyikapan seperti apa sih yang kita bisa lakukan mengenai takdir ini.
Ada beberapa pendapat ulama mengenai hal ini
Dalam hal ini ada tiga pendapat ulama.
Pertama, mereka yang mengatakan bahwa takdir adalah keputusan Allah dimana baik dan buruk nasib sesorang ditentukan sepenuhnya oleh Allah tanpa manusia bisa berupaya dan mengganti keadaan tersebut. Di sini manusia dituntut untuk pasrah terhadap ketentuan yang telah diberikan, golongan ini disebut golongan Jabariah. 
Kedua, mereka yang mengatakan bahwa nasib dan takdir seseorang ditentukan oleh seberapa besar usaha orang tersebut tanpa ada intervensi dan keikutsertaan Allah terhadap perjalanan hidup seorang hamba, dan lebih lanjut menyatakan bahwa di situ terhampar lahan luas dimana manusia bebas dan berkuasa penuh terhadap nasib yang akan dilalui nanti. Golongan ini disebut Qodariah.
Dan golongan terakhir adalah mereka yang mengatakan bahwa Allah telah menetapkan nasib dan takdir seseorang namun manusia tetap dituntut untuk berupaya semaksimal mungkin untuk merubah keadaan dan kondisiya, dan perubahan itu bisa di upayakan atas kuasa Ilahi dan ridlo darinya meski nasib dan suratan takdir telah tertulis. Golongan ini adalah ulama dari Ahli Sunnah waljamaah.

Nah :p
berdasarkan ilmiah diatas milih yang mana?
Dipilih dipilih cangcimen cangcimen (kacang kwaci permen) :o
loh?
Hidup kita hanya akan garink, monoton dan nggag berwarna sama sekali, ketika kita hanya menyikapi “udah awh, ngapain berusaha, lha wong udah ada takdirnya masing-masing”
gini nih kalau hidup nggag pernah peka -_-
makannya situ jomblo.

Memang hidup yang keren adalah ketika kita bisa memulainya dari 0/zero.
Mengapa ?
Supaya kita bisa menikmati indahnya suatu usaha.
Karena usaha itu yang membuat kita semakin kuat menghadapi dunia ini. Dengan segala upaya kita untuk terus mencoba walaupun gagal, trial and error. Lama kelamaan apa?
Allah akan menghargai usaha kita dan memberikan kita hadiah akan usaha yang telah kita lakukan.
Lalu apa faedahnya?
Pengalaman bro ^^
Termasuk usaha kita agar mendapat rezeki yang halal, usaha untuk menjemput jodoh (ehem), maupun usaha agar tetap berada dijalan Allah.
Memang sih jodoh, rezeki itu semua ditangan Allah,
Terus?
Kalau kita gak ambil yaaaaa tetap ditangan Allah :D
untuk itulah harus adanya suatu usaha.
ingat low Allah berfirman :
"Sesungguhnya Allah tidak merubah suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri ( QS Ra'd : 11 )

“Karena setiap usaha pasti akan mengantarkan dan menuntun kita menjauh dari takdir yang satu dan menjemput takdir yang lain ^^”

Bayangkan ketika kita terlanjut kismin, miskin maksud saya :p
Ketika kita tidak berusaha dan berdoa tentu saja, kita akan selamanya dalam satu takdir yakni miskin.
Berbeda jika kita mau berusaha untuk mencari pekerjaan, bekerja dengan sungguh-sungguh, dengan segala jerih payah dan keringat demi memperoleh ridho Allah.
Setidaknya ada yang membuat kita tidak bertahan di satu takdir, dengan berusaha tadi kita berusaha menjemput takdir yang lain yang namanya kesuksesan Wallahualam ^^

Ambil contoh lagi ketika rumah kita berada dekat dengan pantai. Seketika itu jga mendapat kabar bahwa beberapa menit lagi terjadi sunami.
Apa yang akan kita lakukan?
Pilihlah jawaban yang menurut hati nurani anda tepat dengan memberi tanda (X)
A.    Berdiam ditempat dan pasrah akan keadaan. (jika tidak ditakdirkan mati ya gak mungkin mati, tenang saja)
B.     Sebisa mungkin lari menyelamatkan diri.
Pasti milih B lah, setidaknya kita dituntut untuk usaha dulu biarkan Allah yang memutuskan ^^



Karena semua usaha yang telah kita lakukan setidaknya memiliki nilai tersendiri di Mata Allah. Walaupun nantinya berbeda dari yang kita harapkan setidaknya Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk kita. ^^
 Bismillah ^^

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Aku niat semuanya karena cinta,
Akan kugali bumi sampai ke inti-intinya
Akan kudaki gunung secapek-capeknya..
Dan kuarungi samudra sampai menggigil semua tubuhku.
loh...
Yakin bisa?
Pasti bisa..
Kan udah niat, dan sesuatu yang udah kuniati pasti bisa kujalani..
Yakin bener?
Ganti niatnya aja deh, niat karena Allah nih, akan kutamatkan Quran dalam semalam.
Nah loh?
Bisa g loe bro?
“emmm... nanti aja deh cuuy hhe”
Yeee, kalo sama cewek pujaan hati aja niatnya sampai keluar tenggorokan dan masuk ke tiap celah rongga semangatnya -_-
kalo sama Dia yang udah ngasih loe hidup masih pikir-pikir mau niat untukNya -_-
nggag keren loe bro...
“nanti2 aja yaa”
kapan?
Setelah di death note sama sinigami (dalam bahasa jepang, kalo bahasa arabnya malaikat izroil) :p
Hihih
..
Oke,,
Niat sering kita sisipkan antara sebelum melakukan titah, entah itu dari Sang Maha Suci Allah, dari Dosen, dari pak mandor, pak direktur, sampai pak atasan..
Untuk apa sih niat segala?
Langsung kerjain aja kan cepet beres..
Yeee, gag sabaran banget -_-
terus kita niatkan karena apa?
Karena siapa?
Nah, semakin jelas niat kita semakin tercapai pula tujuan yang nanti akan kita capai yang akan kita dapat. Karena niat adalah titik tolak kita langkah awal kita dalam memulai suatu aktivitas dan yang pada akhirnya kita akan menuai apa yang telah kita niatkan..
Ingat sabda Rasulullah gak?
Innamal a’malu binniat...
“Bahwasanya suatu amal tergantung pada niat kita, apabila kita hijrah teruntuk Allah dan RasulNya, ya kita pasti dapat pahala. Nah, kalo niat kita hijrah hanya mencari kenikmatan dunia, harta atau wanita. Yang kita dapat ya nikmat dunia, harta dan wanita.”
Terus mana pahalanya?
Ya nggag ada, kan situ niatnya cuman dapet harta dunia dan wanita :D
Sekilas dari sabda Rasulullah diatas jadi mengingatkan kita bahwasanya kekuatan nikmat pada nantinya akan menyulut flame on kita :o
semangat kita, dan kita akan termotivasi karena kita memiliki niat yang jelas, dan jangan lupa niat tersebut hanya karena Allah low ya, bukan yang lain. insyaAllah kalo niat kita karena Allah selain dapet berkah dari Allah juga bisa dapet faedahNya dan pahalaNya. ^^

Banyak low terkadang kita terperdaya oleh suatu ibadah namun ibadah kita bukan karena Allah, namun ibadah kita hanya untuk kenikmatan dunia...
Kita ambil contoh ketika ada wacana bahwa puasa (shaum) akan menyehatkan tubuh kita.
Nah seringkali kita membelokkan niat kita bukan untuk beribadah kepada Sang Maha Esa, melainkan hanya untuk mendapat kesehatan, dari usahanya berpuasa.
Nah tho? :o
Bukan karena Allah, melainkan ingin sehat.

Ada lagi ketika kita niat beribadah lain, katakanlah sodaqoh yang disabdakan Rasulullah bahwasanya “sodaqoh tidak akan membuat harta kalian berkurang melainkan akan bertambah, bertambah dan semakin bertambah.”
Nah hal ini terkadang pula akan membelokkan niat kita yang semula niat karena Allah jadi niat karena dunia. Mereka jadi sodaqoh bukan karena Allah, melainkan hanya bersodaqoh agar harta mereka jadi bertambah.

Banyak pula sekarang yang menjadikan ibadah bukan untuk mendapat cinta Allah, kasih Allah bahkan pahala Allah. Melainkan niat mereka semua tertancap jauh dan mengarah ke dunia karena mungkin mereka hanya ingin mendapat sesuatu yang langsung ada di depan muka mereka dan riil. Ini salah satu yang mampu meredam kepekaan hati kita, membuat hati kita keras. Karena meniatkan sesuatu hanya mengejar kesenangan dunia bukan karena Allah semata.
Berdoa saja semoga kita masih bisa dan tetap istiqomah dalam menjadikan Allah sebagai tujuan hidup kita, menjadi visi kita. Baik dunia maupun akhirat ^^

Karena segala sesuatu yang diniatkan karena Allah, insyaAllah terarah, full hikmah, dan barakah ^^


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Tidak sedikit dari kita yang akrab dengan kata ikhlas..
dan barangkali tiap orangpun sudah mengenalnya..
Namun apakah kita telah tahu sejati dari kata ikhlas itu sendiri?

Tentunya sewaktu SD, kita mendapat pelajaran PPKn :p
Ada yang ingat dengan pelajaran ini? :D
apa jangan-jangan sudah mencampakkannya begitu saja?
Ddduuuuuuhhh kasiand sekali pelajaran ini T.T
Yap, dalam pelajaran ini kita pernah mendengar sekilas kata ikhlas dalam pelajarannya :D
seperti dalam contoh..
Ada gambar anak yang menolong temannya, namun ketika sang teman memberinya sebuah hadiah untuk si anak, tapi si anak menolaknya dan menjawabnya “saya ikhlas” J

Atau ada beberapa kali sebuah iklan kartu perdana menampilkan sebuah kegiatan bulan suci ramadhan, dan di dalamnya si X mendapat titah dari kakek tua untuk mengingatkan sahur ke semua orang seluruh kampung. Dan si kakek acap kali sering bilang “ikhlas,, ikhlas,, ikhlaslah menolong”

Nah itu sekilas mengingatkan kata ikhlas dalam benak kita..
Namun apakah hanya sesederhana itu kata ikhlas?
Tidak hanya sesempit itu, namun cakupan ikhlas sangat dalam dan luas J
Ikhlas tidak hanya berupa kegiatan yang sudah kita laksanakan namun aktivitas apapun yang akan kita lakukan menuntut sebuah keikhlasan ^^

Memang apa sih manfaat kita ketika ikhlas?
Lha wong nolong dikasih uang aja nolak, dan bilang “saya ikhlas”
Masa ya ada manfaatnya?
Menolak rezeki kog ada manfaatnya :o
Naaahhhh itulah yang menjadi “greget” untuk pembahasan kali ini.. :D

Sering kali memang kita mendengar kata ikhlas, bahkan tak luput ketika kita mengucap kata ikhlas itu sendiri.
Tapi benarkah kita sudah tau maknanya sebelum mengucapkannya atau melakukannya?
Tidak usah jauh-jauh menilik segala aktivitas yang dilakukan dalam sekali waktu, namun ingatlah aktivitas yang dilakukan berkali waktu.
Bingung? :D
Berarti pola pikir anda masih berjalan :p
Hihi
 Yap ibadah kita kepada Allah ^^
Seringkali kita melakukannya tanpa pikir panjang karena sudah merupakan pola kita, pola untuk berinteraksi dengan Allah. Namun apakah didalamnya kita melakukannya dengan ikhlas?
Karena Allah semata low? :p
Bukan karena yang lain :D
bukan karena uang, bukan karena harta atau kedudukan, juga bukan karena wanita :D
Hihih

Itulah yang sering kita tanyakan pada diri kita sendiri, karena meniatkan diri untuk ikhlas memang bukan suatu yang gampang..
Realitas sehari-haripun bisa kita cantumkan,
Ambil saja contoh ketika kita mentraktir teman-teman kita di suatu tempat makan. Ketika nantinya kita dapet Bon yang diluar dugaan, dan raut muka kita yang semula sumringah, kemudian berubah 180 derajat mentok menjadi sedikit manyun.. :D
naahh hayoo ada yang tawa tiwi :p
Pernah nraktir apa ditraktir? :p
Hihi
Itulah sebagian gejala yang menyebabkan kekuatan keikhlasan kita kendor atau bahkan hilang ditempat, waow :o
Terus bagaimana menyusun rontokannya lagi? :o
ikhlas itu bukan bongkar pasang soobb :o
Terus kalau kita ditanya “ikhlas g?”
“jelas aku ikhlas” :o
Loh masa ikhlas di koar-koar kan? :o
Apa itu termasuk ikhlas?
Hayoooo hehehe :p

Memasang kedudukan ikhlas dalam setiap aktivitas menjadi suatu yang urgen, karena tanpa memasukkan “chip” keikhlasan, kegiatan kita bagai tiada guna, tiada dorongan yang mampu memecah dinding keegoisan diri kita.
Maknailah ikhlas sebagai awal kita melakukan sesuatu, dan mangkhiri semuanya. Secara otomatis pula kita akan mampu melupakan apa yang telah kita laksanakan dan akhiri. Anggaplah keikhlasan bagai

“Seekor semut hitam kecil yang berada di atas batu hitam di tengah kegelapan malam”.

Apa yang kamu lihat di kenyataannya?
Tidak akan nampak ^^

Mampukah kita menghitung tiap nafas kita?
nafas yang tiap detik mengalir dalam tubuh ini,
mengalir berdampingan dengan tiap butiran darah..
nafas yang memberikan kita kesempatan untuk tetap terjaga..
memberi kesempatan kita untuk tetap menikmati duniaNya
menikmati tiap anugrahNya..
Mampukah kita menghitungnya?

mampukah kita merasakan tiap sentuhan yang kita berikan?
kita rasakan..
melalui tiap ujung jemari ini...
melalui tiap pergelangan tangan ini,,
engkau sadari kehadiraNya..
engkau hayati KekuasaaNya,,
agar engkau mampu memaknai semua,
memaknai segala..

mampukah kita menghitung tiap kata yang terucap?
kata yang terukir melalui lisan ini,,
lisan yang Dia berikan agar kamu berucap sewajarnya,,
berucap kebaikan,,
agar mampu menenangkan hati ini terlebih sesama..
bukan menjadi pedang yang akan melukai semua..
memotong segala..,,

Betapa indahnya seisi alam ini..
bila kita mengamatinya,
memahaminya..
melalui mata ini Dia mampukan semua..
melalui mata ini Dia mengijinkan kita menikmati alam seisinya..
bukan mata yang hanya terpana..
terpaku akan tipu daya dunia..

Dia yang masih mengijinkan kaki ini untuk melangkah..
Dia yang mengatur agar mata ini masih mampu melihat..
Dia yang melembutkan hati ini agar mau merasa..
Dia yang membuat segalanya menjadi seakan terasa mudah..
terasa mudah untuk kita capai..
terasa mudah untuk kita gapai..

Akankah kita tetap diam ?
tanpa memaknai segala yang Dia titipkan?

Ketika semua suara telah terbungkam..
Mata mulai mengalunkan lekuk kelelahan.
disanalah nikmatMu mulai terpancar..
memberikan tiap hembusan nafas kesempatan..
kesempatan untuk meletakkan semua letih karna beban..

ketika waktu itu tiba,,
ketika tubuh ini tak mampu lagi merasa..
Engkaulah yang mengistirahatkan semuanya...
Engkaulah yang mempertemukan dengan sisi lain dunia..

Malam...
begitulah kami menyebut anugrahMu..
keadaan ketika kami pasrah akan semua kuasaMu..
memahami setiap nikmat yang Engkau berikan.
menyelami setiap usaha yang telah  kami kerjakan..

Malam..
tempat dimana kami meletakkan raga ini..
mempersembahkan utuh jiwa-jiwa kami.
pada Engkau..
Dzat yang membangun semesta..
Dzat yang mengindahkan tiap kelip bintang angkasa..
Dzat yang membuat darah terus mengalir dalam raga..

PadaMu kami berserah..
padaMu kami pasrah..
akan jiwa kami yang berada dalam genggamanMu
dalam dekapanMu..
ketika itu juga kami berharap sepenuhnya..
semoga Engkau memberi kami waktu hingga esok tiba..

by : patmara ^^

Saat dunia masih terasa gelap Dia yang membimbingmu,,
membimbingmu untuk tetap merasakan detak jantung seorang malaikat,,
malaikat yang kamu sendiripun tidak tahu,,
malaikat yang Dia persembahkan padamu,
khusus padamu..
agar nantinya dia membimbingmu
merasakan setiap nikmat yang Dia titipkan..
merasakan segala yang Dia karuniaka
n..
dan mengajarkan segalanya agar kamu bisa berjumpa dengan-Nya..

Ketika kamu terlahir.
kamu bagaikan sosok yang lemah..
sosok yang rentan akan kejamnya dunia..
namun Dia tetap mempersembahkanmu kenikmatan,,
Dia memberikanmu penglihatan agar kamu bersyukur,
bersyukur karena bisa melihat indah ciptaaNya
bersyukur karena bisa melihat sosok malaikat yang selalu menjagamu.
Menjagamu disetiap tetes keringat yang bahkan diapun tidak mampu menghitungnya,
dan pada akhirnya Dia juga yang mempertemukanmu dengan sosok itu.

Dia...
Dia yang menganugrahimu pendengaran..
membuat sosok lemah itu menjadi mampu..
mampu mendengarkan suara lembutnya,
suara yang selama ini kau dengar dari kegelapan yang abadi..
suara malaikat yang mengalun ketika kamu berada dalam kesunyian..
Dia yang mempersembahkan semuanya
semua yang ada untukmu agar kamu bersyukur,
bersyukur akan nikmat yang bahkan kamu tak pinta..

Ketika kamu tumbuh Dia yang selalu menuntunmu..
memberikan yang kamu butuhkan..
memberikanmu cintaNya agar kamu tetap bertahan,
bertahan dalam gemerlap dunia, dari sesatnya dunia, dan dari likunya dunia..
Dia yang memberimu bekal agar kamu mampu membedakan,,
mana yang mengantarmu menuju ketaatan dan mana yang mengantarmu menuju kebinasaan..
Dia yang selalu ada untukmu ketika kamu dalam kesenangan dunia..
dunia yang bahkan hanya memberikan kenikmatan sesaat,
namun Dia tetap mengawasimu..
mengawasi setiap langkahmu..

Ketika Dia menguji semuanya,
bertahanlah,,
bertahan karena cintaNya
bertahan agar tetap mendapat kasihNya

Ada kalanya kamu tersandung,
membuatmu melupakan Dia,
Dia yang mendidikmu saat kamu tak mampu berbuat apa-apa
sampai kamu mampu menaklukkan dunia,
Dia yang selalu ada,,
namun dengan cintaNya
Dia berusaha mengembalikanmu,,
mengembalikan keadaan dimana kamu mulai hidup sendiri,
dimana orang-orang yang kamu sayangi mulai meninggalkanmu satu persatu,

Mulai dari sosok yang membuatmu kuat sampai sekarang
sosok yang mengajarimu untuk makan,
sosok yang mengajarimu untuk bisa melangkah dan menggapai cita-citamu
sosok yang mengajarimu untuk mampu mengingat Dia, mencintai Dia, dan menggapai ridhoNya
namun semuanya telah sirna dari kehidupanmu,
kehidupan yang telah mampu kau lakukan sendiri..


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

....Qadqamatis solah Qadqamatis solah. Allahu Akbar Allahu Akbar. La ilahaillallah....

"saatnya ke masjid, udah waktunya sholat magrib, niat Lillahita'ala, amiiinnn ^^"
(niat baik insyaAllah dapat pahala) --> padahal baru niat, subhanallah :)
ketika diperjalanan......
temen sekampus lewat and said "ciyeeee rajin banget"
gue : "hehe"
temen sepak bola lewat and said "mantep bro, lanjutkan"
gue : "siap men"
temen cewek lewat and said "wiih, calon suami yang sholeh, :p"
gue : "amin" dgn sedikit nyengir-nyengir terbersit di bibir

(hening karena udah g ada yang lewat)
kemudian dalam hati "wah kog udah ga' ada yang lewat ya?"
kan bangga bisa dipuji kaya gitu.......
#ending

Maha Suci Allah yang menciptakkan manusia dengan segala kelebihan juga kekurangan.
cuplikan film di atas, ehm maksud saya cerpen di atas kadang memberi gambaran pada kita, owh kita pernah juga menjadi pemeran utama dalam cerita di atas.
dan tidak sedikit pula yang mringas mringis nonton cuplikan diatas dikarenakan memang lucu atau memang GR atau mungkin kepedean :p
itulah sifat khasnya manusia, dan sudah barang tentu manusiawi juga ketika mendapat pujian bak mendapat durian runtuh. karena sedikit pujian saja wiiiiihhh, melayang layang tuh pikiran, sampai jasadnya juga (eh, keren donk) :D
Tapi apakah menempatkan sifat kemanusiawian kita di dalam peribadahan seperti cuplikan diatas merupakan hal yang dimaklumi?
jawabannya relatif :D

Maha Suci Allah yang Maha membolak balikkan hati.
Tentu kita sebagai umat islam sudah berkali-kali mendengar istilah yang tepat untuk menggambarkan kondisi di atas. YUP, benar, riya',, ketika apapun yang hebat dalam diri kita, termasuk peribadahan kita kepada Sang Pemilik Hidup berusaha kita tonjolkan ke makhluk lain, dalam fokus kali ini adalah manusia tentunya. kan g mungkin kalau dengan makhluk lain (masa puasa sunah, saya pertontonkan dan pamerkan ke kucing tetangga, lha wong kucing tetangga aja g pernah puasa :p hihi)
Apakah visi kita mempertontonkan segala aktivitas ibadah kita hanya untuk manusia?
biar kita disegani karena ibadah kita, karena kita selalu taqwa pada Sang Pemilik Hidup.
"eh saya baru aja sholat dhuha"
"eh, besuk saya mau shaum (puasa) daud low (itu tuh yang sehari puasa sehari nggag)"
atau yang sedikit jaim, karena ada mas/mbak cakep, terus pura-pura ke masjid dan sholat sunnah
ckckck, pinter banget kalau begituan :p

Bisa dimaklumi ketika kita sudah meniatkan hati kita untuk ibadah karena Allah ada saja hal-hal yaang membuat niat utama kita tersingkirkan. Ya, pandangan manusia. Kita selalu ingin berharga dimata orang lain, supaya kita punya harga diri, punya nilai yang lebih dimata orang lain. Padahal semua itu hanya kesia-siaan belaka ya antum :)
Niat kita yang sebelumnya berpahala karena visi ibadah kita just for Allah jadi terbuang percuma deh gara-gara pengen dilihat temen, atau orang lain. Duuuhhh, malangnya pahala kita kalau dibuang-buang T.T
Memang sulit kalau sudah menginjak yang namanya permainan hati (bukan lagunya Andra the backbond low) :p
karena memang Allah-lah yang Menguasai hati ini, Dialah yang mampu Membolak balikkan hati ini.
namun apakah kita manusia hanya berdiam diri saja?
berusaha tentunya dan berdoa,,
jadi inget doa yang Rasulullah panjatkan kepada Allah sebagai Sang Pemilik Hati
"Duhai Allah Yang Maha membolak balikkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan kepadamu"
Indah sekali lantunan doa dari Baginda Idola umat Islam ini ^^
semoga kitapun bisa menempatkan doa ini dalam lembaran doa-doa kita yaa biar tambah refrensi :D

Jadi kita sebagai manusia memang sulit mencegah diri dari perbuatan riya' tersebut, lalu apakah kita berdiam diri dan membiarkan diri kita tertelan lumpur hisap yang membuat kita lama-lama hilang dari permukaan?
Pasti tidak, kembalikan selalu niat kita karena Allah, Visi kita kembali ke Allah, kita hanya mampu berusaha dan Allah yang Maha Menentukan.
Semoga Allah selalu menghindarkan dan menjauhkan kita dari sifat riya' ini.
Amiin ^^

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

"Duh Baru putus, sedih rasanya", "Kenapa Hidupku selalu merana?", "Duh, malam minggu gak ada pasangan, #galau", "Dimalam yang sesunyi ini aq sndiri tiada yang menemani, oops malah nyanyi"



Itulah segelintir bahasa "conversation" yang sering kalian lihat bahkan tidak jarang malah menjadi sering ketika mata kita tak lepas dari sebuah halaman dengan warna monoton -_- (Biru dan Putih).
Exactly, tampilan yang bahkan tiap orang sudah tidak asing dan bahkan menjadi makanan sehari-hari mereka, tiap hari bahkan tiap jam-pun selalu hadir untuk presensi.
lalu apakah media itu hanya kita gunakan untuk mengungkapkan perasaan galau kita, kesedihan kita, kekacauan pikiran kita dan yang lebih parah lagi membuka aib kita (naudzubillah).

Lalu pernakah kita mengisinya dengan keceriaan kita, kegembiraan kita, semangat kita? apa bedanya mencurahkan hati yang senang dengan hati yang luluh lantak, tercabik seperti terkena badai halilintar -_- (ehm maaf alay), apakah dengan mencurakan hati yang sedih di facebook bisa menenangkan hati kalian? bisa menjadi obat penenang? Jawaban tiap orang berbeda.

"Kalau saya punya mobil saya akan bahagia saya akan tenang", "kalau saya punya rumah saya akan bahagia", "kalau saya menikah dan punya istri/suami saya akan bahagia", atau "kalau saya punya anak saya akan bahagia", "kalau saya punya harta banyak hidup saya akan tenang"
Apa itu hakikat bahagia yang sesungguhnya?
ketika kita punya itu semua dan kita kemudian sakit parah, apa kita akan bahagia ?
Siapa yang menganugrahkan semua itu dalam hidup kita?
Apakah pernah berfikir jauh ketika semua itu diambil dari hidup kita?
Harta kita, Rumah kita, Istri/suami dan anak-anak kita, orang tua kita. T.T

La Tahzan, Innallaha ma anna ^^, mungkin inilah ungkapan yang tepat dari Nabi kita tercinta Muhammad kepada sahabatnya, "janganlah bersedih, karena Allah bersama kita"
Ungkapan yang syarat akan makna dan penentram jiwa, ungkapan yang hanya bisa dirasakan bagi kita yang mencari cinta-Nya, mencari kasih sayang-Nya.
Sekali lagi itu semua bukan sumber kebahagiaan, karena itu semua hanya titipan dari-Nya. Semua hal yang menjadi titipan pada nantinya akan diminta oleh pemilik hal tersebut. Semuanya termasuk harta yang kita miliki, orang-orang yang kita sayangi, semuanya akan diminta kembali, termasuk nyawa kita hidup kitapun akan diminta kembali. Karena pada dasarnya kita hidup di dunia ini tidak punya apa-apa dan kembali tanpa membawa apa-apa.
Ibaratkan saja kita hidup di dunia ini sebagai "tukang parkir",
"yak, maju pak/bu, mundur 5cm lagi yak mundur, mundur, daaaaaannnnn, setooopppp."
inilah hakikat tukang parkir.
ketika kita mempunyai mobil yang sangat banyak, dari merk abal-abal sampai merk kelas duniapun kita punya, namun itu semua bukan milik kita itu hanya titipan, ada yang punya, dan pada waktunya semua itu akan kembali pada pemiliknya, dan kita kembali tidak punya apa-apa.

Jadi segalanya yang ada didunia ini bukan sumber kebahagiaan, bukan sumber yang mampu menenangkan hati ini,
Tenangkan hati, pikiran dan bertanyalah pada diri sendiri. Pernahkan saya mencurahkan kesedihan saya pada Dia yang memberi saya hidup ini?
perhatikan Firman Allah dalam QS. Ar-Ra'd 28
"Yang artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah SWT. Ingatlah! Hanya dengan mengingat Allah –lah hati menjadi tentram."

dan pada akhirnya Dialah yang Maha Menentramkan,

Allah-lah yang membuatmu mampu tersenyum walau dalam keadaan menangis
Tempat bertahan ketika kamu hendak merasa menyerah
Tempat berdoa dikala kamu kehabisan kata-kata
Untuk mencintai sekalipun hatimu telah hancur berkali-kali
Untuk tetap mengerti ketika tak aa satupun yang kelihatan memberi arti
Semuanya akan terasa sulit tanpa kita mengingat Allah
karena hanya Allah lah yang memampukan kita ^_^



Popular Posts

About Me

Labels

Blogger templates

Followers