Seindah Karunia-Nya ^^

Dia yang memberi kita apapun, Dia yang selalu mencukupkan apa yang kita butuhkan, Dia yang selalu mengerti kebutuhan hidup kita, Dia yang membuat hati kita tentram, membuat pikiran kita tenang dan menghiasi kebahagiaan hidup ini, karena Dia Yang Maha Indah....


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Tidak sedikit dari kita yang akrab dengan kata ikhlas..
dan barangkali tiap orangpun sudah mengenalnya..
Namun apakah kita telah tahu sejati dari kata ikhlas itu sendiri?

Tentunya sewaktu SD, kita mendapat pelajaran PPKn :p
Ada yang ingat dengan pelajaran ini? :D
apa jangan-jangan sudah mencampakkannya begitu saja?
Ddduuuuuuhhh kasiand sekali pelajaran ini T.T
Yap, dalam pelajaran ini kita pernah mendengar sekilas kata ikhlas dalam pelajarannya :D
seperti dalam contoh..
Ada gambar anak yang menolong temannya, namun ketika sang teman memberinya sebuah hadiah untuk si anak, tapi si anak menolaknya dan menjawabnya “saya ikhlas” J

Atau ada beberapa kali sebuah iklan kartu perdana menampilkan sebuah kegiatan bulan suci ramadhan, dan di dalamnya si X mendapat titah dari kakek tua untuk mengingatkan sahur ke semua orang seluruh kampung. Dan si kakek acap kali sering bilang “ikhlas,, ikhlas,, ikhlaslah menolong”

Nah itu sekilas mengingatkan kata ikhlas dalam benak kita..
Namun apakah hanya sesederhana itu kata ikhlas?
Tidak hanya sesempit itu, namun cakupan ikhlas sangat dalam dan luas J
Ikhlas tidak hanya berupa kegiatan yang sudah kita laksanakan namun aktivitas apapun yang akan kita lakukan menuntut sebuah keikhlasan ^^

Memang apa sih manfaat kita ketika ikhlas?
Lha wong nolong dikasih uang aja nolak, dan bilang “saya ikhlas”
Masa ya ada manfaatnya?
Menolak rezeki kog ada manfaatnya :o
Naaahhhh itulah yang menjadi “greget” untuk pembahasan kali ini.. :D

Sering kali memang kita mendengar kata ikhlas, bahkan tak luput ketika kita mengucap kata ikhlas itu sendiri.
Tapi benarkah kita sudah tau maknanya sebelum mengucapkannya atau melakukannya?
Tidak usah jauh-jauh menilik segala aktivitas yang dilakukan dalam sekali waktu, namun ingatlah aktivitas yang dilakukan berkali waktu.
Bingung? :D
Berarti pola pikir anda masih berjalan :p
Hihi
 Yap ibadah kita kepada Allah ^^
Seringkali kita melakukannya tanpa pikir panjang karena sudah merupakan pola kita, pola untuk berinteraksi dengan Allah. Namun apakah didalamnya kita melakukannya dengan ikhlas?
Karena Allah semata low? :p
Bukan karena yang lain :D
bukan karena uang, bukan karena harta atau kedudukan, juga bukan karena wanita :D
Hihih

Itulah yang sering kita tanyakan pada diri kita sendiri, karena meniatkan diri untuk ikhlas memang bukan suatu yang gampang..
Realitas sehari-haripun bisa kita cantumkan,
Ambil saja contoh ketika kita mentraktir teman-teman kita di suatu tempat makan. Ketika nantinya kita dapet Bon yang diluar dugaan, dan raut muka kita yang semula sumringah, kemudian berubah 180 derajat mentok menjadi sedikit manyun.. :D
naahh hayoo ada yang tawa tiwi :p
Pernah nraktir apa ditraktir? :p
Hihi
Itulah sebagian gejala yang menyebabkan kekuatan keikhlasan kita kendor atau bahkan hilang ditempat, waow :o
Terus bagaimana menyusun rontokannya lagi? :o
ikhlas itu bukan bongkar pasang soobb :o
Terus kalau kita ditanya “ikhlas g?”
“jelas aku ikhlas” :o
Loh masa ikhlas di koar-koar kan? :o
Apa itu termasuk ikhlas?
Hayoooo hehehe :p

Memasang kedudukan ikhlas dalam setiap aktivitas menjadi suatu yang urgen, karena tanpa memasukkan “chip” keikhlasan, kegiatan kita bagai tiada guna, tiada dorongan yang mampu memecah dinding keegoisan diri kita.
Maknailah ikhlas sebagai awal kita melakukan sesuatu, dan mangkhiri semuanya. Secara otomatis pula kita akan mampu melupakan apa yang telah kita laksanakan dan akhiri. Anggaplah keikhlasan bagai

“Seekor semut hitam kecil yang berada di atas batu hitam di tengah kegelapan malam”.

Apa yang kamu lihat di kenyataannya?
Tidak akan nampak ^^

0 komentar:

Posting Komentar



Popular Posts

About Me

Blogger templates

Followers