بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
“Lha wong saya sudah miskin, sampai kapanpun ya
miskin pak”,
“Ini udah takdir mbak, udah ditetapkan yang diatas,
kalau saya kaya selamanya ya kaya.”
“kalau saya ditakdirkan mati sekarang mau usaha
seperti apapun ya tetap aja gag selamat”
Yang namanya takdir mau gimana lagi?”
Kalau diartikan adalah selamat pagi setiap tubuh...
oke, udah baca argumen-argumen di atas?
barang tentu kita pernah mendengarnya atau jangan pernah mengatakannya?
beberapa uraian singkat diatas mungkin dibenak kita, kita paham yang mereka maksudkan,
oke, udah baca argumen-argumen di atas?
barang tentu kita pernah mendengarnya atau jangan pernah mengatakannya?
beberapa uraian singkat diatas mungkin dibenak kita, kita paham yang mereka maksudkan,
Yakni pasrah akan takdir..
Yup ^^
itu yang akan kita sharing disini..
itu yang akan kita sharing disini..
Takdir barangkali kita pernah tau definisinya,
segala ketetapan Allah yang telah Dia tetapkan sejak dahulu kala, sejak jaman belum
diciptakannya sesuatu, masih kosong mlompong, di lauhul mah fudz. Nah
diantaranya berkenaan dengan rezeki kita, umur kita, jodoh kita (ehem), apakah
kita termasuk orang yang merugi atau beruntung. Semuanya telah ditetapkan
Allah. Lalu?
Kita sebagai manusia penyikapan seperti apa sih yang
kita bisa lakukan mengenai takdir ini.
Ada beberapa pendapat ulama mengenai hal ini
Dalam hal ini ada tiga pendapat
ulama.
Pertama, mereka yang mengatakan bahwa takdir adalah keputusan Allah
dimana baik dan buruk nasib sesorang ditentukan sepenuhnya oleh Allah tanpa
manusia bisa berupaya dan mengganti keadaan tersebut. Di sini manusia dituntut
untuk pasrah terhadap ketentuan yang telah diberikan, golongan ini disebut
golongan Jabariah.
Kedua, mereka yang mengatakan bahwa nasib dan takdir
seseorang ditentukan oleh seberapa besar usaha orang tersebut tanpa ada
intervensi dan keikutsertaan Allah terhadap perjalanan hidup seorang hamba, dan
lebih lanjut menyatakan bahwa di situ terhampar lahan luas dimana manusia bebas
dan berkuasa penuh terhadap nasib yang akan dilalui nanti. Golongan ini disebut
Qodariah.
Dan golongan terakhir adalah mereka yang mengatakan bahwa Allah telah
menetapkan nasib dan takdir seseorang namun manusia tetap dituntut untuk
berupaya semaksimal mungkin untuk merubah keadaan dan kondisiya, dan perubahan
itu bisa di upayakan atas kuasa Ilahi dan ridlo darinya meski nasib dan suratan
takdir telah tertulis. Golongan ini adalah ulama dari Ahli Sunnah waljamaah.
Nah :p
berdasarkan ilmiah diatas milih yang mana?
berdasarkan ilmiah diatas milih yang mana?
Dipilih dipilih cangcimen cangcimen
(kacang kwaci permen) :o
loh?
loh?
Hidup kita hanya akan garink,
monoton dan nggag berwarna sama sekali, ketika kita hanya menyikapi “udah awh,
ngapain berusaha, lha wong udah ada takdirnya masing-masing”
gini nih kalau hidup nggag pernah peka -_-
makannya situ jomblo.
gini nih kalau hidup nggag pernah peka -_-
makannya situ jomblo.
Memang hidup yang keren adalah
ketika kita bisa memulainya dari 0/zero.
Mengapa ?
Supaya kita bisa menikmati indahnya
suatu usaha.
Karena usaha itu yang membuat kita
semakin kuat menghadapi dunia ini. Dengan segala upaya kita untuk terus mencoba
walaupun gagal, trial and error. Lama kelamaan apa?
Allah akan menghargai usaha kita
dan memberikan kita hadiah akan usaha yang telah kita lakukan.
Lalu apa faedahnya?
Pengalaman bro ^^
Termasuk usaha kita agar mendapat
rezeki yang halal, usaha untuk menjemput jodoh (ehem), maupun usaha agar tetap
berada dijalan Allah.
Memang sih jodoh, rezeki itu semua
ditangan Allah,
Terus?
Kalau kita gak ambil yaaaaa tetap
ditangan Allah :D
untuk itulah harus adanya suatu usaha.
untuk itulah harus adanya suatu usaha.
ingat low Allah berfirman :
"Sesungguhnya Allah tidak merubah suatu kaum sehingga mereka merubah
keadaan yang ada pada diri mereka sendiri ( QS Ra'd : 11 )
“Karena setiap usaha pasti akan
mengantarkan dan menuntun kita menjauh dari takdir yang satu dan menjemput
takdir yang lain ^^”
Bayangkan ketika kita terlanjut
kismin, miskin maksud saya :p
Ketika kita tidak berusaha dan
berdoa tentu saja, kita akan selamanya dalam satu takdir yakni miskin.
Berbeda jika kita mau berusaha
untuk mencari pekerjaan, bekerja dengan sungguh-sungguh, dengan segala jerih
payah dan keringat demi memperoleh ridho Allah.
Setidaknya ada yang membuat kita
tidak bertahan di satu takdir, dengan berusaha tadi kita berusaha menjemput
takdir yang lain yang namanya kesuksesan Wallahualam ^^
Ambil contoh lagi ketika rumah kita
berada dekat dengan pantai. Seketika itu jga mendapat kabar bahwa beberapa
menit lagi terjadi sunami.
Apa yang akan kita lakukan?
Pilihlah jawaban yang menurut hati
nurani anda tepat dengan memberi tanda (X)
A. Berdiam ditempat dan pasrah akan keadaan. (jika tidak
ditakdirkan mati ya gak mungkin mati, tenang saja)
B. Sebisa mungkin lari menyelamatkan diri.
Pasti milih B lah, setidaknya kita
dituntut untuk usaha dulu biarkan Allah yang memutuskan ^^
Karena semua usaha yang telah kita
lakukan setidaknya memiliki nilai tersendiri di Mata Allah. Walaupun nantinya
berbeda dari yang kita harapkan setidaknya Allah lebih tahu mana yang terbaik
untuk kita. ^^
Bismillah ^^
Bismillah ^^


0 komentar:
Posting Komentar