Seindah Karunia-Nya ^^

Dia yang memberi kita apapun, Dia yang selalu mencukupkan apa yang kita butuhkan, Dia yang selalu mengerti kebutuhan hidup kita, Dia yang membuat hati kita tentram, membuat pikiran kita tenang dan menghiasi kebahagiaan hidup ini, karena Dia Yang Maha Indah....

Tahukah wahai engkau siapa yang telah menjagamu ketika engkau dalam kandungan?
menjagamu dalam kandungan selama 9 bulan baginya 9 tahun ..
waktu yang tidak hanya hirupan dan helaan nafas..
mempertaruhkan hidupnya demi membawamu ikut bersamanya..
bersama menikmati indahnya dunia...

menyuapimu ketika engkau belum mampu makan sendiri :')
menyusuimu ketika engkau sangat kehausan dikala itu.
yang setia menjagamu ketika engkau terlelap dalam mimpi indahmu.
rela terjaga ketika engkau menangis tengah malam.
terjaga demi menggantikan celana yang basah karna kotoranmu.

dia yang rela tak menikmati hangatnya selimut.
demi melihatmu hangat dengan kedua selimut.
dia yang menjadikan kakinya sebagai ayunanmu.

dia yang menuntun langkah demi langkahmu.
agar engkau mampu berjalan sendiri.
dia yang mengajarimu huruf demi huruf, kata demi kata.
agar engkau mampu bicara.

dia yang rela membagi makanannya demi melihatmu kenyang
melihatmu tidak menangis lagi.
dia yang selalu mengutamakan dirimu daripada dirinya sendiri :')
mengutamakan kebahagianmu daripada kebahagiaannya sendiri..
mengutamakan kesehatanmu daripada kesehatannya sendiri..
mengutamakan nyawamu daripada nyawanya sendiri..

betapa banyak jasa yang telah ibu kita berikan..

dia yang memberikan yang terbaik untuk dirimu.
ingatkah ketika engkau sakit.
maka tampak wajah dia yang begitu khawatir.
tampak kesedihannya yang tak mampu dia tunjukkan..
dia yang mengeluarkan rupiah demi rupiah demi melihatmu sehat kembali..
mampu tertawa kembali..
mampu bermain bersamanya kembali..

ketika kita sudah mampu bicara,,
kita menceritakan semua dunia kita kepada ibu tercinta.
bersama kawan-kawan kita yang baru..
tanpa kau tahu dia sangat merindukan masa-masa itu.
masa-masa ketika kamu masih selalu berada dipangkuannya.
masa-masa dimana dia selalu menggendongmu..
jalan-jalan bersama, menikmati hari bersama..
seakan waktu tak dapat memisahkan dia dengan engkau.

tanpa kita sadari waktu terasa begitu cepat.
kita sudah mampu mandiri dan seakan tak "membutuhkan" ibu kita lagi.
disaat kita sudah meninggalkan ibu demi menggapai cita-cita kita.
seakanpun kita telah melupakan masa-masa kecil kita
masa-masa ketika ibu selalu bersama kita.

namun, tanpa engkau sadari.
ternyata..
kenangan masa indah
ketika kita kecil, masih jelas betul tersimpan.
dalam ingatan dia, dalam hati dia.
tersimpan dalam memori ibu yang penuh kehangatan.
memori yang penuh keceriaan ketika masih bersamamu.
kenangan ketika kamu mengajaknya bermain, bercanda bersama..
tak akan pernah hilang setitikpun.
dia akan terus mengingatnya..
walaupun kini telah hampir dimakan usia :')

terimakasih ibu :)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ 


“Lha wong saya sudah miskin, sampai kapanpun ya miskin pak”,

“Ini udah takdir mbak, udah ditetapkan yang diatas, kalau saya kaya selamanya ya kaya.”

“kalau saya ditakdirkan mati sekarang mau usaha seperti apapun ya tetap aja gag selamat”

Yang namanya takdir mau gimana lagi?”

Ehm,,,,
good morning everybody :o
ha?
Kalau diartikan adalah selamat pagi setiap tubuh...
oke, udah baca argumen-argumen di atas?
barang tentu kita pernah mendengarnya atau jangan pernah mengatakannya?
beberapa uraian singkat diatas mungkin dibenak kita, kita paham yang mereka maksudkan,
Yakni pasrah akan takdir..
Yup ^^
itu yang akan kita sharing disini..
Takdir barangkali kita pernah tau definisinya, segala ketetapan Allah yang telah Dia tetapkan sejak dahulu kala, sejak jaman belum diciptakannya sesuatu, masih kosong mlompong, di lauhul mah fudz. Nah diantaranya berkenaan dengan rezeki kita, umur kita, jodoh kita (ehem), apakah kita termasuk orang yang merugi atau beruntung. Semuanya telah ditetapkan Allah. Lalu?
Kita sebagai manusia penyikapan seperti apa sih yang kita bisa lakukan mengenai takdir ini.
Ada beberapa pendapat ulama mengenai hal ini
Dalam hal ini ada tiga pendapat ulama.
Pertama, mereka yang mengatakan bahwa takdir adalah keputusan Allah dimana baik dan buruk nasib sesorang ditentukan sepenuhnya oleh Allah tanpa manusia bisa berupaya dan mengganti keadaan tersebut. Di sini manusia dituntut untuk pasrah terhadap ketentuan yang telah diberikan, golongan ini disebut golongan Jabariah. 
Kedua, mereka yang mengatakan bahwa nasib dan takdir seseorang ditentukan oleh seberapa besar usaha orang tersebut tanpa ada intervensi dan keikutsertaan Allah terhadap perjalanan hidup seorang hamba, dan lebih lanjut menyatakan bahwa di situ terhampar lahan luas dimana manusia bebas dan berkuasa penuh terhadap nasib yang akan dilalui nanti. Golongan ini disebut Qodariah.
Dan golongan terakhir adalah mereka yang mengatakan bahwa Allah telah menetapkan nasib dan takdir seseorang namun manusia tetap dituntut untuk berupaya semaksimal mungkin untuk merubah keadaan dan kondisiya, dan perubahan itu bisa di upayakan atas kuasa Ilahi dan ridlo darinya meski nasib dan suratan takdir telah tertulis. Golongan ini adalah ulama dari Ahli Sunnah waljamaah.

Nah :p
berdasarkan ilmiah diatas milih yang mana?
Dipilih dipilih cangcimen cangcimen (kacang kwaci permen) :o
loh?
Hidup kita hanya akan garink, monoton dan nggag berwarna sama sekali, ketika kita hanya menyikapi “udah awh, ngapain berusaha, lha wong udah ada takdirnya masing-masing”
gini nih kalau hidup nggag pernah peka -_-
makannya situ jomblo.

Memang hidup yang keren adalah ketika kita bisa memulainya dari 0/zero.
Mengapa ?
Supaya kita bisa menikmati indahnya suatu usaha.
Karena usaha itu yang membuat kita semakin kuat menghadapi dunia ini. Dengan segala upaya kita untuk terus mencoba walaupun gagal, trial and error. Lama kelamaan apa?
Allah akan menghargai usaha kita dan memberikan kita hadiah akan usaha yang telah kita lakukan.
Lalu apa faedahnya?
Pengalaman bro ^^
Termasuk usaha kita agar mendapat rezeki yang halal, usaha untuk menjemput jodoh (ehem), maupun usaha agar tetap berada dijalan Allah.
Memang sih jodoh, rezeki itu semua ditangan Allah,
Terus?
Kalau kita gak ambil yaaaaa tetap ditangan Allah :D
untuk itulah harus adanya suatu usaha.
ingat low Allah berfirman :
"Sesungguhnya Allah tidak merubah suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri ( QS Ra'd : 11 )

“Karena setiap usaha pasti akan mengantarkan dan menuntun kita menjauh dari takdir yang satu dan menjemput takdir yang lain ^^”

Bayangkan ketika kita terlanjut kismin, miskin maksud saya :p
Ketika kita tidak berusaha dan berdoa tentu saja, kita akan selamanya dalam satu takdir yakni miskin.
Berbeda jika kita mau berusaha untuk mencari pekerjaan, bekerja dengan sungguh-sungguh, dengan segala jerih payah dan keringat demi memperoleh ridho Allah.
Setidaknya ada yang membuat kita tidak bertahan di satu takdir, dengan berusaha tadi kita berusaha menjemput takdir yang lain yang namanya kesuksesan Wallahualam ^^

Ambil contoh lagi ketika rumah kita berada dekat dengan pantai. Seketika itu jga mendapat kabar bahwa beberapa menit lagi terjadi sunami.
Apa yang akan kita lakukan?
Pilihlah jawaban yang menurut hati nurani anda tepat dengan memberi tanda (X)
A.    Berdiam ditempat dan pasrah akan keadaan. (jika tidak ditakdirkan mati ya gak mungkin mati, tenang saja)
B.     Sebisa mungkin lari menyelamatkan diri.
Pasti milih B lah, setidaknya kita dituntut untuk usaha dulu biarkan Allah yang memutuskan ^^



Karena semua usaha yang telah kita lakukan setidaknya memiliki nilai tersendiri di Mata Allah. Walaupun nantinya berbeda dari yang kita harapkan setidaknya Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk kita. ^^
 Bismillah ^^

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Aku niat semuanya karena cinta,
Akan kugali bumi sampai ke inti-intinya
Akan kudaki gunung secapek-capeknya..
Dan kuarungi samudra sampai menggigil semua tubuhku.
loh...
Yakin bisa?
Pasti bisa..
Kan udah niat, dan sesuatu yang udah kuniati pasti bisa kujalani..
Yakin bener?
Ganti niatnya aja deh, niat karena Allah nih, akan kutamatkan Quran dalam semalam.
Nah loh?
Bisa g loe bro?
“emmm... nanti aja deh cuuy hhe”
Yeee, kalo sama cewek pujaan hati aja niatnya sampai keluar tenggorokan dan masuk ke tiap celah rongga semangatnya -_-
kalo sama Dia yang udah ngasih loe hidup masih pikir-pikir mau niat untukNya -_-
nggag keren loe bro...
“nanti2 aja yaa”
kapan?
Setelah di death note sama sinigami (dalam bahasa jepang, kalo bahasa arabnya malaikat izroil) :p
Hihih
..
Oke,,
Niat sering kita sisipkan antara sebelum melakukan titah, entah itu dari Sang Maha Suci Allah, dari Dosen, dari pak mandor, pak direktur, sampai pak atasan..
Untuk apa sih niat segala?
Langsung kerjain aja kan cepet beres..
Yeee, gag sabaran banget -_-
terus kita niatkan karena apa?
Karena siapa?
Nah, semakin jelas niat kita semakin tercapai pula tujuan yang nanti akan kita capai yang akan kita dapat. Karena niat adalah titik tolak kita langkah awal kita dalam memulai suatu aktivitas dan yang pada akhirnya kita akan menuai apa yang telah kita niatkan..
Ingat sabda Rasulullah gak?
Innamal a’malu binniat...
“Bahwasanya suatu amal tergantung pada niat kita, apabila kita hijrah teruntuk Allah dan RasulNya, ya kita pasti dapat pahala. Nah, kalo niat kita hijrah hanya mencari kenikmatan dunia, harta atau wanita. Yang kita dapat ya nikmat dunia, harta dan wanita.”
Terus mana pahalanya?
Ya nggag ada, kan situ niatnya cuman dapet harta dunia dan wanita :D
Sekilas dari sabda Rasulullah diatas jadi mengingatkan kita bahwasanya kekuatan nikmat pada nantinya akan menyulut flame on kita :o
semangat kita, dan kita akan termotivasi karena kita memiliki niat yang jelas, dan jangan lupa niat tersebut hanya karena Allah low ya, bukan yang lain. insyaAllah kalo niat kita karena Allah selain dapet berkah dari Allah juga bisa dapet faedahNya dan pahalaNya. ^^

Banyak low terkadang kita terperdaya oleh suatu ibadah namun ibadah kita bukan karena Allah, namun ibadah kita hanya untuk kenikmatan dunia...
Kita ambil contoh ketika ada wacana bahwa puasa (shaum) akan menyehatkan tubuh kita.
Nah seringkali kita membelokkan niat kita bukan untuk beribadah kepada Sang Maha Esa, melainkan hanya untuk mendapat kesehatan, dari usahanya berpuasa.
Nah tho? :o
Bukan karena Allah, melainkan ingin sehat.

Ada lagi ketika kita niat beribadah lain, katakanlah sodaqoh yang disabdakan Rasulullah bahwasanya “sodaqoh tidak akan membuat harta kalian berkurang melainkan akan bertambah, bertambah dan semakin bertambah.”
Nah hal ini terkadang pula akan membelokkan niat kita yang semula niat karena Allah jadi niat karena dunia. Mereka jadi sodaqoh bukan karena Allah, melainkan hanya bersodaqoh agar harta mereka jadi bertambah.

Banyak pula sekarang yang menjadikan ibadah bukan untuk mendapat cinta Allah, kasih Allah bahkan pahala Allah. Melainkan niat mereka semua tertancap jauh dan mengarah ke dunia karena mungkin mereka hanya ingin mendapat sesuatu yang langsung ada di depan muka mereka dan riil. Ini salah satu yang mampu meredam kepekaan hati kita, membuat hati kita keras. Karena meniatkan sesuatu hanya mengejar kesenangan dunia bukan karena Allah semata.
Berdoa saja semoga kita masih bisa dan tetap istiqomah dalam menjadikan Allah sebagai tujuan hidup kita, menjadi visi kita. Baik dunia maupun akhirat ^^

Karena segala sesuatu yang diniatkan karena Allah, insyaAllah terarah, full hikmah, dan barakah ^^


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Tidak sedikit dari kita yang akrab dengan kata ikhlas..
dan barangkali tiap orangpun sudah mengenalnya..
Namun apakah kita telah tahu sejati dari kata ikhlas itu sendiri?

Tentunya sewaktu SD, kita mendapat pelajaran PPKn :p
Ada yang ingat dengan pelajaran ini? :D
apa jangan-jangan sudah mencampakkannya begitu saja?
Ddduuuuuuhhh kasiand sekali pelajaran ini T.T
Yap, dalam pelajaran ini kita pernah mendengar sekilas kata ikhlas dalam pelajarannya :D
seperti dalam contoh..
Ada gambar anak yang menolong temannya, namun ketika sang teman memberinya sebuah hadiah untuk si anak, tapi si anak menolaknya dan menjawabnya “saya ikhlas” J

Atau ada beberapa kali sebuah iklan kartu perdana menampilkan sebuah kegiatan bulan suci ramadhan, dan di dalamnya si X mendapat titah dari kakek tua untuk mengingatkan sahur ke semua orang seluruh kampung. Dan si kakek acap kali sering bilang “ikhlas,, ikhlas,, ikhlaslah menolong”

Nah itu sekilas mengingatkan kata ikhlas dalam benak kita..
Namun apakah hanya sesederhana itu kata ikhlas?
Tidak hanya sesempit itu, namun cakupan ikhlas sangat dalam dan luas J
Ikhlas tidak hanya berupa kegiatan yang sudah kita laksanakan namun aktivitas apapun yang akan kita lakukan menuntut sebuah keikhlasan ^^

Memang apa sih manfaat kita ketika ikhlas?
Lha wong nolong dikasih uang aja nolak, dan bilang “saya ikhlas”
Masa ya ada manfaatnya?
Menolak rezeki kog ada manfaatnya :o
Naaahhhh itulah yang menjadi “greget” untuk pembahasan kali ini.. :D

Sering kali memang kita mendengar kata ikhlas, bahkan tak luput ketika kita mengucap kata ikhlas itu sendiri.
Tapi benarkah kita sudah tau maknanya sebelum mengucapkannya atau melakukannya?
Tidak usah jauh-jauh menilik segala aktivitas yang dilakukan dalam sekali waktu, namun ingatlah aktivitas yang dilakukan berkali waktu.
Bingung? :D
Berarti pola pikir anda masih berjalan :p
Hihi
 Yap ibadah kita kepada Allah ^^
Seringkali kita melakukannya tanpa pikir panjang karena sudah merupakan pola kita, pola untuk berinteraksi dengan Allah. Namun apakah didalamnya kita melakukannya dengan ikhlas?
Karena Allah semata low? :p
Bukan karena yang lain :D
bukan karena uang, bukan karena harta atau kedudukan, juga bukan karena wanita :D
Hihih

Itulah yang sering kita tanyakan pada diri kita sendiri, karena meniatkan diri untuk ikhlas memang bukan suatu yang gampang..
Realitas sehari-haripun bisa kita cantumkan,
Ambil saja contoh ketika kita mentraktir teman-teman kita di suatu tempat makan. Ketika nantinya kita dapet Bon yang diluar dugaan, dan raut muka kita yang semula sumringah, kemudian berubah 180 derajat mentok menjadi sedikit manyun.. :D
naahh hayoo ada yang tawa tiwi :p
Pernah nraktir apa ditraktir? :p
Hihi
Itulah sebagian gejala yang menyebabkan kekuatan keikhlasan kita kendor atau bahkan hilang ditempat, waow :o
Terus bagaimana menyusun rontokannya lagi? :o
ikhlas itu bukan bongkar pasang soobb :o
Terus kalau kita ditanya “ikhlas g?”
“jelas aku ikhlas” :o
Loh masa ikhlas di koar-koar kan? :o
Apa itu termasuk ikhlas?
Hayoooo hehehe :p

Memasang kedudukan ikhlas dalam setiap aktivitas menjadi suatu yang urgen, karena tanpa memasukkan “chip” keikhlasan, kegiatan kita bagai tiada guna, tiada dorongan yang mampu memecah dinding keegoisan diri kita.
Maknailah ikhlas sebagai awal kita melakukan sesuatu, dan mangkhiri semuanya. Secara otomatis pula kita akan mampu melupakan apa yang telah kita laksanakan dan akhiri. Anggaplah keikhlasan bagai

“Seekor semut hitam kecil yang berada di atas batu hitam di tengah kegelapan malam”.

Apa yang kamu lihat di kenyataannya?
Tidak akan nampak ^^

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Maha Suci Allah yang menciptakan diri ini dalam bentuk yang sebaik-baik bentuk ^^

pernakah kita mendapat celaan dari teman-teman kita satu kelas, satu sekolah ataupun satu kampus..?
apakah celaan itu menyinggung tentang fisik kita?
kebanyakan memang sisi fisik inilah yang sering dipandang sebelah mata oleh orang lain.
respon kita bagaimana?
pilih jawaban yang menurut anda paling tepat :D
eh :o
maaf, ini tidak sedang ujian nasional yaa :D

kita lanjutkan, lantas kita bersikap bagaimana?
apakah kita langsung membalas dengan celaan yang lebih pedas? :o
ataukah kita hanya diam saja dan menerima dengan ikhlas celaan tersebut?
atau kita termasuk bagian orang-orang yang langsung galau? :p
langsung marah-marah dikamar atau kalau yang cewek langsung mewek nangis sejadi-jadinya? karena memang itu tindakan yang kurang pantas dilontarkan ?
tiap orang responnya berbeda, tergantung kondisi mood nya,

bilamana kita menanggapinya dengan celaan yang lebih pedas, apakah yang kita hina akan diam-diam saja?
bagaimana kalau setelah kita hina, orang yang bersangkutan lantas memukul kita, menonjok kita? :p
mungkin cara tersebut salah dan sepertinya hanya memperkeruh situasi seperti keruhnya got mampet depan kosq -_-
jadi kedudukan kita sama donk sama yang menghina, dan mungkin lebih parah :D

bilamana jika kita pilih yang ketiga? :D
galau, kemudian tanpa sadar marah-marah sendiri, membuat kepala beruap dan mengeluarkan asap-asap tanpa ada api? :o
lalu yang terbakar apa? (sambil melongo dan berteriak) :o
jangan-jangan gorengan saya? :o
tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk :o
oops maaf...
kita lanjutkan..
apakah hanya marah-marah?
ataukah kamu selingi dengan mengangkat motor orang dan membuangnya di tong sampah terdekat? -_-
atau marah diselingi membuang-buang uang kita dan membagikannya untuk mentraktir teman-teman? :o
waaahh enak tuh :D
hihi
sepertinya pilihan ini juga akan merugikan kita sendiri, selain tenaga kita terbuang percuma untuk marah-marah, uang kita juga habis untuk beli es teh ya (supaya bisa mendinginkan kepala kita) --"

bagaimana jika kita diam saja, membiarkannya dan ikhlas menerimanya sambil tersenyum ramah pada si pencela ? :)
sepertinya itu lebih berwibawa di depan mereka ^^
daripada kita harus marah-marah ataupun membalasnya ^^
ketika kita membalasnya berarti kedudukan kita sama dengan orang yang menghina
ketika kita marah-marah tidak jelas hanya akan membuang-buang tenaga :(

dan alhamdulillah jika mereka yang dihina memilih jawaban ketiga dengan hanya memberikan senyuman pada mereka beraarti kita mengetahui sejatinya hidup ini :)
ketika sosok kita merasa dihina orang lain, maafkanlah mereka, tebarkan senyuman keikhlasan dan kebaikan pada mereka, apa dengan begitu harga diri kita akan jatuh?
sudah barang tentu tidak, dan malah akan bernilai di hadapan Allah ^^

Berilah sebuah jawaban indah pada mereka yang mencela dan menghinamu
"Yang kaukatakan tadi sebenarnya adalah pujian, sejatinya diri ini jauh lebih mengerikan dari yang kau ucapkan tadi" ^^

Berikan jawaban teragung pada orang yang mencaci dirimu
"Bahkan walau ingin membalas, aku tak kuasa. Sebab aku tak punya kata-kata keji dan nista" ^^

Jangan bersedih ataupun jangan marah dengan semua itu, tetap tegar dan pasrahkanlah semua pada sang Maha Yang menciptakan jasad ini ^^
ingat donk sabda Rasulullah "sesungguhnya Allah tidak memandang rupa dan harta kalian, melainkan Allah memandang hati dan amal kalian" (HR. Muslim)
nah semoga dengan sabda Nabi kita tercinta tadi, hati kita tidak pusing lagi :o
eh maaf, (yang pusing adalah kepala, bukan hati, hanya sedikit improvisasi :p)
menjadi lebih kuat, biarlah Allah yang menciptakan jasad ini yang akan memperingatkan mereka,
sebenarnya mereka hanya lupa bahwa dia yang mengaku sempurna sejatinya diciptakan oleh Dia yang Maha Sempurna..
tetap optimis menggapai ridhoNya, chayooo :D



Popular Posts

About Me

Blogger templates

Followers